Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

AAPD Asia 2025 di Bali Sukses Digelar: Kolaborasi Lintas Negara Satukan Visi Preventive Dentistry Asia

Nurul Afiah • Senin, 15 September 2025 | 14:07 WIB
KOLABORASI: Peserta AAPD 2025 dari Indonesia dan negara lain yang membahas inovasi terbaru dalam kedokteran gigi pencegahan.
KOLABORASI: Peserta AAPD 2025 dari Indonesia dan negara lain yang membahas inovasi terbaru dalam kedokteran gigi pencegahan.

RADAR SURABAYA — Ajang prestisius 17th International Conference of the Asian Academy of Preventive Dentistry (AAPD) 2025 resmi berakhir dengan sukses di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali.

Selama tiga hari (2–4 September 2025), lebih dari 350 peserta dari 14 negara berkumpul untuk membahas inovasi terbaru dalam kedokteran gigi pencegahan.

Dari total peserta, 113 berasal dari Indonesia. Sedang lainnya datang dari Brunei, China, Jepang, Malaysia, Nepal, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Inggris, Vietnam, hingga Myanmar.

Dengan tema “Innovations in Dental Public Health and Preventive Dentistry: Bridging Gaps for Better Oral Health”, konferensi ini menampilkan 100 presentasi oral dan 100 poster ilmiah.

Keynote speaker dan invited speaker kelas dunia mengangkat isu-isu penting mulai dari penerapan AI dalam kedokteran gigi pencegahan, literasi kesehatan gigi, hingga strategi baru dalam menangani karies anak usia dini.

Konferensi yang diprakarsai oleh Ikatan Peminatan Kesehatan Gigi Indonesia (IPKESGIMI) bersama Komite Asia Academy of Preventive Dentistry (AAPD), serta didukung penuh oleh Lion Corp. Japan sebagai sponsor utama, telah menorehkan sejarah baru.

Untuk kali ini, Indonesia menjadi tuan rumah kedua kalinya dalam konferensi internasional terbesar Asia di bidang kedokteran gigi pencegahan dengan format multisenter yang melibatkan institusi akademik, fasilitas kesehatan, dan komunitas secara langsung.

Rangkaian Kegiatan Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat
Konferensi AAPD 2025 dibuka dengan rangkaian pra-konferensi pada Selasa (2/9).

Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi sorotan penting.

Sebanyak 71 peserta terjun langsung memberikan edukasi, pemeriksaan gigi, serta aplikasi fluoride pada 100 siswa SDN Kuta 1.

Diskusi mendalam di puskesmas dan RSUP Prof. Ngoerah juga menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat layanan kesehatan gigi berbasis masyarakat.

Sesi dilanjutkan dengan tiga satellite symposium yang membahas topik mulai dari fluoride varnish, aplikasi laser dalam kedokteran gigi, hingga program berbasis komunitas.

PENGABDIAN MASYARAKAT: Sebagian peserta AAPD 2025 melakukan pemeriksaan gigi juga edukasi aplikasi fluoride di SDN Kuta 1.
PENGABDIAN MASYARAKAT: Sebagian peserta AAPD 2025 melakukan pemeriksaan gigi juga edukasi aplikasi fluoride di SDN Kuta 1.

Pada hari yang sama, diluncurkan tujuh buku kolaboratif “Promotive & Preventive Dentistry in the Digital Era”, hasil karya 39 dosen dari 15 institusi pendidikan dokter gigi di Indonesia.

Sedang dua hari (3–4 September), acara utama dengan lima simposium internasional, tiga kuliah utama (keynote lectures), serta 100 presentasi lisan dan 100 poster.

Topik yang diangkat mencakup beberapa hal. Di antaranya pendekatan life course dalam kesehatan gigi masyarakat, pemanfaatan AI dan inovasi digital dalam promosi kesehatan gigi, penguatan literasi kesehatan gigi sesuai Global Oral Health Action Plan, Peran Silver Diamine Fluoride (SDF) dalam program kesehatan gigi berbasis komunitas, dan strategi pencegahan penyakit gigi di setting komunitas.

Workshop Praktis dan Hands-On Training
Selain itu, AAPD 2025 juga menghadirkan dua workshop paralel.

Yakni Designing Maternal and Child Oral Health (MCOH): Policy, Practice, People oleh Dr. Hyewon Lee, dan Guideline Fluoride Varnish untuk regio Asia.

Selan itu juga ada hands-on training mengenai anterior composite restoration, root canal management dengan bioceramic sealer, dan invisible restorations yang dibimbing oleh pakar Indonesia yakni Dr. Yusuf Pamungkas, Dr. Dewa Made Sutajaya, dan Dr. Mirza Mangku Anom, serta diikuti 57 peserta.

Lebih dari 80 peserta terlibat dalam sesi keterampilan praktis ini.

Suara dari Panitia dan Peserta
“Melihat kebersamaan lintas negara dan lintas institusi yang terwujud dalam konferensi multisenter ini membuat saya merasa haru sekaligus bangga. Inilah bukti nyata bahwa kolaborasi tanpa batas dapat melahirkan perubahan besar bagi kesehatan gigi masyarakat,” ujar President AAPD 2023-2025, Dr. Melissa Adiatman, Kamis (4/9).

Sementara itu, Ketua Local Organizing Committee (LOC), Dr. Lisdrianto Hanindhiyo menyampaikan jika dukungan sponsor dan antusiasme peserta, baik lokal maupun internasional menjadikan konferensi ini tonggak penting.

"Momentum ini akan menjadi pijakan bagi kemajuan preventive dentistry di Asia dan dunia," ujarnya.

Warisan dari Bali
Lebih dari sekadar konferensi, AAPD Asia 2025 meninggalkan warisan penting.

Yaitu ilmu pengetahuan, persahabatan, dan aksi nyata dapat berjalan beriringan.

Dari Bali, gaungnya mengalir ke seluruh Asia dan dunia yang menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci kesehatan gigi masyarakat, dan kolaborasi lintas bangsa merupakan jalan menuju masa depan lebih sehat.

Indonesia, sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya kini dikenang bukan hanya sebagai lokasi konferensi.

Tetapi juga sebagai titik awal komitmen baru membangun kedokteran gigi preventif yang inklusif, inovatif, dan berpihak pada masyarakat. (*)

Editor : Nofilawati Anisa
#bali #Konferensi #anak usia dini #karies #inovasi #Internasional #Radar Surabaya #Literasi #Kedokteran Gigi