Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Makan Bergizi Gratis di Maluku Dihentikan Sementara Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 13 September 2025 | 03:27 WIB
Puluhan siswa SMP di Maluku alami gejala keracunan usai makan siang gratis.
Puluhan siswa SMP di Maluku alami gejala keracunan usai makan siang gratis.

Maluku – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, dihentikan sementara setelah puluhan siswa mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan, Kamis (11/9).

Siswa-siswa tersebut mengalami sejumlah gejala seperti gatal hebat, sakit kepala, mual, hingga sesak napas, dan segera mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Berdasarkan laporan warga, sekitar 40 siswa dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan pada siang hari.

Salah satu orang tua siswa, Jos Untajana, menceritakan kondisi yang dialami anaknya.

“Mereka makan itu sekitar jam 12 siang. Tidak lama, dia mulai merasa sakit kepala dan sesak napas. Anak-anak lain juga mengalami hal yang sama dengan gejala berbeda,” ujarnya pada Jumat (12/9).

Jos menambahkan bahwa para orang tua menduga sumber gejala berasal dari ikan yang disajikan dalam menu makan siang tersebut.
“Anak-anak yang dirawat hampir 40 orang, kalau tidak salah. Gejalanya beda-beda. Kami curiga dari ikan yang mereka makan. Sebab, ada yang bilang begitu gigit ikan langsung gatal,” tuturnya.

Seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan intensif berupa infus dan oksigen. Sebagian besar siswa, termasuk putri Jos, telah dipulangkan dan dilaporkan kembali bersekolah keesokan harinya. Namun, desakan untuk menghentikan sementara program MBG menguat dari kalangan orang tua.

“Setelah kejadian itu, beta yang paling ngotot untuk ditiadakan dulu. Ini anak-anak dikasih makan, tapi kalau jadi racun seperti apa. Hari ini mereka masuk sekolah dan kabarnya sudah ada pihak kepolisian yang ke sekolah,” imbuh Jos.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Ambon, Tamran Ismail, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan mengategorikan kejadian tersebut sebagai insiden luar biasa. Ia menyebutkan bahwa sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Balai POM Ambon.

“Sudah disimpan sampel makannya untuk nanti dikirim ke Balai POM Ambon untuk pemeriksaan lanjut terkait kandungan histamin atau kontaminasi bakteri,” ucap Tamran saat ditemui di ruang kerjanya, sore hari.

Ia menambahkan bahwa gejala yang dialami siswa diduga kuat berkaitan dengan kontaminasi histamin pada ikan, terutama jenis seperti cakalang dan tuna, yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi jika tidak ditangani secara higienis dan cepat.

“Justru bagus kalau langsung didinginkan. Pokoknya harus sudah masuk lemari pendingin dalam waktu di bawah empat jam,” jelasnya.

Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian, sementara program MBG dihentikan sementara sebagai bentuk mitigasi risiko. (ray/mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#keracunan #Mbg #Maluku Barat Daya #smp #dihentikan sementara