Bali – Citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia tercoreng usai banjir besar melanda berbagai wilayah. Tak hanya wisatawan asing yang panik dievakuasi dengan perahu karet, kritik keras dari kalangan seniman lokal turut menggema.
Musisi I Gede Ari Astina, atau Bobby Kool, vokalis sekaligus gitaris Superman Is Dead (SID), menyampaikan kecaman melalui akun Instagram pribadinya, @bobbybikul, Rabu (10/9). Ia menegaskan bahwa banjir bukan sekadar bencana alam, melainkan akibat keserakahan manusia dan tata kota yang kacau.
"Banjir bukan kutukan, tapi hasil rakus dan izin murahan," tulisnya.
Bobby menilai kebijakan pembangunan yang salah arah dan pengelolaan ruang yang semrawut menjadi penyebab utama.
"Langit tak salah. Aku, kamu, kita, dan pemerintah yang lalai. Doamu kurang? No, tata kotamu yang bobrok," lanjutnya.
Unggahan tersebut menuai banyak dukungan warganet yang menilai bencana kali ini memperlihatkan kegagalan tata kelola lingkungan di Bali selama bertahun-tahun.
Situasi di lapangan pun masih darurat. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat 123 titik banjir, dengan 9 korban jiwa dan 6 warga masih hilang. Infrastruktur rusak, pasar lumpuh, rumah tenggelam dan aliran listrik terputus.
Sejumlah turis asing yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai terpaksa dievakuasi dengan perahu karet menuju hotel. Foto-foto kepanikan wisatawan tersebut viral di media sosial, semakin memperburuk citra Bali di kancah internasional.
Gubernur Bali Wayan Koster mengakui banjir parah dipicu menumpuknya sampah di aliran Tukad Badung. Ia berjanji kerugian warga dan pedagang akan ditanggung melalui APBD provinsi serta kota.
Bobby Kool menutup kritiknya dengan pernyataan penuh keprihatinan, "Bali bukan tenggelam oleh hujan, tapi oleh biadabnya tangan-tangan serakah. Pray for you, Bali." (nad/gab/fir)
Editor : M Firman Syah