Radar Surabaya – Bursa saham langsung merespons negatif saat reshuffle kabinet Prabowo Subianto, termasuk pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat hijau di sesi pertama, berbalik ambruk lebih dari 1 persen pada sesi penutupan.
Menanggapi kondisi itu, Purbaya menilai gejolak pasar lebih disebabkan faktor psikologis dan ketidakpastian. Investor, katanya, masih perlu waktu untuk mengenal dirinya. Selain itu, tekanan perlambatan ekonomi dan sejumlah isu eksternal turut membebani pasar.
“Selama ini ada perlambatan ekonomi karena berbagai hal dan keributan demo-demo itu sebetulnya karena sebagian masyarakat mungkin merasa ekonomi melambat dan tertekan,” ujar Purbaya, Senin (8/9).
Meski begitu, ia memastikan akan bekerja maksimal membalikkan kondisi ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar. Menurutnya, pelemahan IHSG kali ini hanya bersifat sementara.
“Dalam seminggu dua minggu IHSG pasti akan balik. Kalau IHSG anjlok biasa mungkin (investor) merasa takut,” jelasnya.
Purbaya juga menegaskan dirinya bukan orang baru di dunia pasar keuangan. Ia mencontohkan pengalaman panjang yang dimilikinya sebagai modal utama mengelola keuangan negara.
“Saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” tegasnya.
Sebagai catatan, IHSG sempat menguat 0,58 persen ke level 7.912,95 di sesi pertama. Namun setelah kabar reshuffle dan pelantikan menteri baru, indeks terjun 1,28 persen atau 100,5 poin ke 7.766,85 pada penutupan perdagangan.(kvn/mel/fir)
Editor : M Firman Syah