Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cosmas Kaju Gae Pernah Ditempeleng Perfek Seminari di Kupang, Dikira Saudara Kembarnya yang Bolos

Lambertus Hurek • Sabtu, 6 September 2025 | 13:48 WIB
Kompol Cosmas Kaju Gae saat menjalani sidang etik. (IST)
Kompol Cosmas Kaju Gae saat menjalani sidang etik. (IST)

RADAR SURABAYA – Romo Patris Allegri, dosen Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang, membagikan pengalaman menarik tentang masa mudanya di Seminari Oepoi. Ia mengenang peristiwa lucu yang menimpa kakak kelasnya, Pater Dami Ria Pay SVD, dan saudara kembar identiknya, Cosmas Ria Pay, yang kelak dikenal sebagai Kompol Cosmas Kaju Gae.

Suatu hari, Cosmas datang menjenguk Dami di Seminari. Karena wajah keduanya sangat mirip, Pater Willem, prefek seminari waktu itu, mengira Cosmas adalah Dami yang baru kembali setelah bolos.

Tanpa banyak tanya, Willem langsung menempeleng Cosmas. Baru setelah itu disadari, yang kena tempeleng bukan si seminaris, melainkan kembarannya. Cerita itu pun jadi bahan tawa bersama di asrama.

“Cosmas memang identik sekali dengan Dami. Orang yang belum kenal dekat pasti salah kira,” kenang Romo Patris sambil tertawa.

Nama Cosmas belakangan ramai diperbincangkan setelah ia dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Batalyon Resimen IV Korps Brimob Polri. Pencopotan itu buntut kasus tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, yang meninggal saat aksi unjuk rasa di Jakarta. 

Romo Patris mengajak umat melihat kasus tersebut secara lebih manusiawi. Menurut dia, ada dua tragedi: hilangnya nyawa seorang warga dan runtuhnya karier seorang perwira yang telah mengabdi puluhan tahun.

“Dari sisi institusi, pemecatan itu mungkin bentuk tegas menjaga integritas Polri. Tapi dari sisi iman, kita tidak boleh berhenti di label ‘bersalah’ atau ‘dipecat’. Cosmas tetap pribadi, anak Allah, yang martabatnya tidak hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan, Affan bukan sekadar korban, Cosmas bukan sekadar pelanggar. Keduanya manusia yang punya wajah, keluarga, dan sejarah.

“Sikap kita adalah mendampingi keluarga korban dengan doa dan solidaritas, sekaligus mendampingi Cosmas agar ia bisa bangkit lebih rendah hati, lebih manusiawi,” tambahnya. (*)

 

Editor : Lambertus Hurek
#Sidang Etik Brimob Pelindas Affan Kurniawan #Kompol Cosmas Kaju Gae #patris allegro #Kompol Kosmas dipecat #Kompol Cosmas