Jakarta - Sejumlah karangan bunga berjejer di depan kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9). Sekitar 15 rangkaian bunga tampak menghiasi area, meski beberapa roboh tertiup angin.
Karangan bunga itu berisi pesan dukungan. Salah satunya dari mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi yang menuliskan,
"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia, semangat Ibu Sri Mulyani."
Pesan serupa datang dari komunitas Rainbow Sanctuary Indonesia.
"Dear Ibu Sri Mulyani, tetap semangat Ibu dari kami yang tidak bisa bersuara," tertulis dalam rangkaian bunga yang dikirim.
Dukungan juga disampaikan oleh pengirim bernama Gadis T.W dengan pesan, "Buat Ibu Sri Mulyani, harta bisa dicari. Cintamu untuk NKRI tetap menyala. Pajak jangan naik lagi ya Bu, tetap semangat."
Seorang pekerja di lokasi menyebutkan, kiriman bunga mulai berdatangan sejak Selasa (2/9).
Gelombang dukungan ini muncul setelah rumah pribadi Sri Mulyani di kawasan Bintaro menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal. Informasi tersebut pertama kali viral melalui unggahan akun TikTok @infojakarta.co.id dan Instagram @info_ciledug.
Dalam video, sejumlah orang terlihat membawa barang-barang dari kediaman Sri Mulyani pada dini hari sekitar pukul 01.40 WIB. Melalui akun Instagram pribadinya, @smindrawati, ia membenarkan kejadian tersebut sekaligus mengungkap kehilangan lukisan karyanya.
"Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak bunga di atas kanvas berukuran besar. Dia dengan percaya diri keluar dari rumah pribadi saya, membawa hasil jarahan saat kejadian dini hari akhir Agustus 2025," tulisnya.
Sri Mulyani menjelaskan, lukisan itu memiliki nilai emosional yang mendalam.
"Lukisan bunga itu mungkin bagi penjarah hanya dianggap bernilai uang. Padahal, karya yang saya buat 17 tahun lalu itu adalah simbol perenungan dan kontemplasi diri, sama personalnya dengan rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain. Ia menyimpan kenangan yang tak ternilai," ungkapnya. (dta/ris/fir)
Editor : M Firman Syah