RADAR SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan warga penerima bantuan sosial (bansos) di Sumenep agar tidak menyalahgunakan bantuan untuk hal-hal yang merugikan, terutama judi online.
Peringatan itu disampaikan Khofifah saat menyalurkan bansos dan zakat produktif senilai Rp24 miliar kepada masyarakat rentan di Kabupaten Sumenep, Minggu (24/8).
“Tolong bansos yang diterima dipergunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan. Jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi judi online,” tegas Khofifah di Surabaya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat sekitar 9 ribu penerima manfaat di Jawa Timur yang terindikasi memakai bansos untuk judi online. Nilainya mencapai Rp53 miliar.
Karena itu, Khofifah berpesan agar masyarakat benar-benar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan pokok dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Adapun bantuan yang disalurkan di Sumenep meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 106 penerima, alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 2.628 keluarga, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 9.262 orang, Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh pabrik rokok, hingga bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara.
Selain itu, juga diberikan bantuan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Puspa), bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta bantuan permakanan bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut menyerahkan santunan dukacita masing-masing Rp10 juta kepada 17 keluarga korban meninggal dunia akibat kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep.
“Kami menyampaikan dukacita mendalam kepada bapak-ibu yang putra-puterinya dipanggil Allah SWT karena campak. Ada yang masih usia 10 bulan hingga 2 tahun. Mari bersama-sama kita hadiahkan Al-Fatihah,” ucap Khofifah.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jatim terhadap warganya. Ia menegaskan Pemkab Sumenep terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, dan memberdayakan UMKM.
“Cara tersebut diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan, menciptakan lapangan kerja melalui investasi, dan pada akhirnya menumbuhkan masyarakat yang sejahtera serta berkeadilan,” ujar Imam. (*)
Editor : Lambertus Hurek