Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, atau Noel, resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu malam (20/8). Penangkapan ini sontak memicu sorotan publik, mengingat Noel selama ini dikenal vokal di dunia politik.
Noel terlihat menuruni tangga Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan. Ia beberapa kali menyeka air mata sebelum digelandang bersama sejumlah tersangka lain.
Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 11 orang dan menyita barang bukti berupa uang tunai serta kendaraan mewah. Ruang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan juga disegel untuk kepentingan penyidikan.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut Noel diduga kuat terlibat pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3.
"Modusnya berupa permintaan dana ilegal terkait penerbitan sertifikasi. Bukti awal mengarah pada dugaan pemerasan sistematis," ujarnya.
Kementerian Ketenagakerjaan merespons dengan sikap hati-hati. Kepala Biro Humas Sunardi Manampiar Sinaga mengatakan pihaknya menunggu keterangan resmi KPK. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai kasus ini sebagai pukulan telak bagi institusinya. Ia menyinggung keberadaan patung berompi oranye di lobi Kemnaker yang menjadi simbol pengingat integritas.
"Kejadian ini tamparan keras bagi seluruh jajaran," tegasnya.
immanuelBaca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK Terkait Dugaan Pemerasan Sertifikat K3
Immanuel Ebenezer sebelumnya dikenal sebagai aktivis yang kerap bersuara lantang menentang praktik korupsi. Namun kini, ia justru terjerat kasus serupa yang selama ini ia lawan. KPK memastikan status hukum Noel akan diumumkan dalam 1x24 jam pasca-OTT, sementara publik menantikan proses hukum selanjutnya.
Kasus dugaan pemerasan K3 ini menambah panjang daftar pejabat publik yang terjerat korupsi, sekaligus menghadirkan ironi di tengah agenda reformasi birokrasi.
Editor : M Firman Syah