RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), sirkulasi siklonik, dan Dipole Mode negatif memicu peningkatan potensi hujan lebat.
“Beberapa wilayah juga berisiko gelombang tinggi, angin kencang, dan bencana hidrometeorologi,” ujar Dwikorita.
Dia meminta sektor pertanian, pariwisata, pelayaran, dan penerbangan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, akun media sosial @infobmkg, dan aplikasi InfoBMKG.
“Peringatan dini harus diikuti dengan langkah antisipasi demi keselamatan,” katanya.
Sekitar 50 persen zona musim di Indonesia telah memasuki kemarau. Beberapa wilayah bahkan tidak mengalami hujan lebih dari dua bulan. Di Jawa Timur, sebagian besar daerah sudah masuk musim kemarau. Ponorogo menjadi salah satu yang terparah dengan catatan 65 hari tanpa hujan.
BMKG mengingatkan warga untuk menghemat penggunaan air dan mengelolanya secara bijak agar dampak kekeringan bisa diatasi. Di daerah yang masih musim hujan, warga diminta memeriksa saluran dan penampungan air agar bisa dimanfaatkan saat kemarau. (*)
Editor : Lambertus Hurek