RADAR SURABAYA – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Ahad malam (10/8). Letusan terjadi pukul 19.37 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak atau 1.623 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah barat. Suara gemuruh terdengar keras, disertai lontaran material pijar ke arah timur laut sejauh sekitar 500 meter dari pusat erupsi.
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi Ile Lewotolok, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 milimeter dan durasi sekitar 50 detik.
Saat ini status gunung berada di Level III atau siaga. PVMBG merekomendasikan warga, pendaki, dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava, awan panas, dan longsoran di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut.
Penduduk diimbau tidak panik jika mendengar dentuman dari kawah karena itu merupakan ciri gunungapi yang sedang erupsi. Dentuman keras bahkan bisa membuat kaca dan pintu bergetar.
Pemkab diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Ile Lewotolok di Desa Laranwutun atau PVMBG di Bandung untuk pembaruan informasi.
Warga juga dianjurkan memakai masker, kacamata, dan pelindung kulit untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak gunung diminta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat musim hujan.
Editor : Lambertus Hurek