Radar Surabaya - Sebuah video parodi lagu nasional Indonesia Pusaka mendadak viral di media sosial. Video yang diunggah akun TikTok @masbams64 tersebut menampilkan seorang pria menyanyikan versi sindiran lagu dengan lirik kritis terhadap kondisi sosial-politik Indonesia.
Dalam video berdurasi singkat itu, pria tersebut tampak berdiri di sebuah kebun, mengenakan kaus bergambar Garuda Pancasila dan celana pendek, dengan latar bendera Merah Putih yang berkibar. Nada suaranya serius, dengan ekspresi wajah yang mencerminkan kekecewaan.
Lirik parodi yang dilantunkan menyentil sejumlah isu, mulai dari praktik mafia, korupsi, hingga kerugian perusahaan milik negara. Berikut salah satu penggalan lirik yang menuai perhatian,
"Indonesia tanahnya mafia, koruptornya di mana-mana
Indonesia sangat kaya raya, tapi rakyat banyak sengsara
Rakyat bayar pajak semua, uangnya entah lari ke mana
Badan usaha milik negara, anehnya kok rugi semua."
Video tersebut mencatat lebih dari 1,6 juta penayangan hanya dalam 24 jam, sekaligus memantik respons beragam dari warganet. Beberapa pihak mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap lagu kebangsaan.
"Kalau diteruskan, lawanmu bukan cuma hukum negara, tapi para purnawirawan TNI/veteran dan juga rakyat yang menghargai lagu nasional," tulis seorang netizen.
"Boleh kritik... tapi kalau lagu kebangsaan jangan dijadikan mainan, itu lagu sakral," komentar lainnya.
Namun, sebagian netizen lainnya membela isi video tersebut. Mereka menilai parodi itu sebagai cerminan kenyataan yang sedang terjadi dan mengapresiasi keberanian penyampainya.
Setelah menuai kontroversi, pemilik akun @masbams64 mengunggah video klarifikasi. Ia menyatakan tidak bermaksud merendahkan simbol negara, dan meminta maaf kepada masyarakat.
"Demi Allah saya tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan... karena saya pun sangat pecinta NKRI. Hanya saja, gara-gara kecewa terhadap mafia-mafia korup yang selama ini sudah diberantas, dan terjadilah video tersebut. Kepada semua masyarakat Indonesia saya minta maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya. (mel/ris/fir)
Editor : M Firman Syah