RADAR SURABAYA - Salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dilaporkan tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (5/8).
Dalam siaran pers resmi yang dirilis Markas Besar (Mabes) TNI dan diterima Kamis (7/8), disebutkan bahwa Wenda menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya. Ia tewas saat aparat hendak melakukan penangkapan terhadap dirinya.
"Penangkapan tidak berjalan mulus karena yang bersangkutan melakukan perlawanan. Kontak senjata pun terjadi di lokasi kejadian," ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Dalam baku tembak tersebut, Wenda tewas bersama satu orang lain yang diduga adalah adik kandungnya.
Kristomei menjelaskan bahwa Mayer Wenda merupakan buronan lama yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh OPM yang kerap terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah Papua.
Beberapa aksi yang disebut melibatkan Wenda antara lain penyerangan Mapolsek Pirime pada 2012, pembunuhan anggota Polri di Tolikara tahun yang sama, serta penghadangan patroli dan penembakan terhadap aparat keamanan di Lanny Jaya pada 2014.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa TNI bertindak secara profesional, terukur, dan berdasarkan hukum dalam menghadapi kelompok bersenjata di Papua," tegas Kristomei.
Ia menambahkan, TNI akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua dan memastikan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.
Sebelumnya, operasi serupa juga dilakukan di Kabupaten Puncak, Papua, di mana tiga anggota OPM dilaporkan berhasil dilumpuhkan prajurit TNI. (*)
Editor : Lambertus Hurek