RADAR SURABAYA - Babi hutan (Sus scrofa) atau biasa disebut celeng sering dianggap hama karena merusak ladang dan tanaman petani. Tapi dari sudut pandang ekologi, babi hutan justru punya peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
Manfaat Ekologis Babi Hutan
1. Sebagai Pengurai dan Penebar Benih
- Babi hutan memakan berbagai macam bahan organik seperti buah-buahan yang jatuh, bangkai hewan, akar, dan cacing tanah.
- Mereka menyebarkan biji-bijian melalui kotoran, membantu proses regenerasi hutan.
- Saat mengais tanah dengan moncongnya (disebut "rooting"), mereka menggemburkan tanah dan mempercepat pembusukan bahan organik.
2. Mengontrol Populasi Serangga dan Hama
- Mereka memangsa serangga, larva, dan binatang kecil yang bisa menjadi hama bagi tanaman.
- Dengan demikian, mereka membantu menjaga keseimbangan populasi mikrofauna.
3. Sumber Makanan untuk Predator Lain
- Babi hutan muda adalah mangsa penting bagi predator besar seperti harimau, macan tutul, anjing liar, bahkan manusia.
- Dalam ekosistem alami, mereka merupakan bagian penting dari rantai makanan.
4. Mengatur Struktur Vegetasi
- Aktivitas mereka membongkar lapisan tanah dan serasah daun, mempengaruhi pertumbuhan vegetasi baru dan mengatur struktur hutan.
Mengapa Dianggap Hama oleh Manusia
- Babi hutan sering masuk ke lahan pertanian, merusak padi, jagung, singkong, dll.
- Di daerah yang tidak lagi memiliki predator alami (misalnya karena harimau dan macan sudah punah), populasi babi hutan bisa meledak.
- Akibatnya, konflik antara manusia dan babi hutan meningkat. (*)