RADAR SURABAYA - Penyebaran teror ancaman bom pada pesawat Saudi Airlines yang terjadi dua kali selama pemulangan jemaah haji menjadi perhatian serius pemerintah. Menko Polkam Budi Gunawan memastikan penanganan secara serius terkait ancaman tersebut.
Dilansir dari Antara, Budi Gunawan memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut. "Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik ditangani secara serius, profesional, dan terkoordinasi lintas lembaga," kata Budi Gunawan, dikutip dari Antara, Sabtu (21/6).
Ia memastikan sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk menyelidiki kasus ini.
Kronologi Teror Ancaman Bom pada Pesawat Saudi Airlines yang Membawa Jemaah Haji
Pesawat Saudi Airlines menghubungi menara Bandara Kualanamu guna melaksanakan pendaratan darurat pukul 10.35 WIB.
Kemudian, pesawat Saudi Airlines mendarat di Bandara Kualanamu Deli Serdang Pukul 10.44 WIB.
Dilakukan proses evakuasi atas seluruh penumpang yang diturunkan dari dalam pesawat Saudi Airlines pukul 11.50 WIB.
Dilaksanakan arahan penanganan dipimpin oleh Danlanud Suwondo Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak pukul 11.35 WIB
Pesawat mendapatkan pengecekan oleh Tim Penjinak Bahan peledak (jihandak) Polda Sumatera Utara pukul 11.36 WIB.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Satu Lagi Tersangka Kasus Penipuan Pelaku UMKM di Sememi Surabaya
Seperti diberitakan sebelumnya, Jelang tiba di tanah air pesawat Saudi Arabia Airlines yang mengangkut jemaah haji Kloter 33 asal Debarkasi Surabaya mendapat ancaman bom. Pesawat Saudi Arabia Airlines SVA5688 tersebut harus mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sabtu (21/6) pukul 09.27.(ant/gun)
Editor : Guntur Irianto