RADAR SURABAYA - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan peningkatan tajam kasus Penyakit Menular Seksual (PMS) di kalangan remaja Indonesia usia 15-19 tahun dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, tercatat 4.589 kasus, naik hampir dua kali lipat dibanding 2022 (2.569 kasus). Mayoritas kasus didominasi sifilis (48%), dengan gejala bercak merah di area genital hingga mulut.
Kelompok usia 20-24 tahun juga mengalami lonjakan signifikan, dari 1.529 kasus (2022) menjadi 15.170 kasus (2024). Penyebaran tertinggi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, meski wilayah pedesaan mulai terdampak. Sementara itu, kelompok usia 25+ masih mendominasi dengan kasus konsisten di atas 30.000 per tahun.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina, menyatakan lonjakan ini bukan hanya akibat peningkatan testing, tetapi juga mencerminkan perilaku seksual tidak aman dan minimnya edukasi kesehatan reproduksi.
"Edukasi sejak dini sangat penting untuk menekan tren ini," tegas Ina.
Pemerintah didorong untuk memperkuat program edukasi dan akses layanan kesehatan reproduksi guna mengendalikan penyebaran PMS di kalangan remaja. (*)
Editor : Lambertus Hurek