Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2025: Mina, Kota Tenda Tempat Ritual Haji Berlangsung: Simbol Pengorbanan dan Inovasi

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 4 Juni 2025 | 19:11 WIB
Visi 2030, nantinya Mina diharapkan bisa menampung 5 juta jamaah haji.
Visi 2030, nantinya Mina diharapkan bisa menampung 5 juta jamaah haji.

RADAR SURABAYA- Hari ini, 8 Dzulhijjah 1446 H, Jamaah Haji yang melaksanakan Tarwiyah sudah berada di Mina. Tarwiyah adalah menginap (mabit) di Mina pada 8 Dzulhijjah, sebelum wukuf di Padang Arafah.

Jamaah akan menunaikan salat Zuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh di Mina, setelah itu mereka meninggalkan Mina bergeser ke Arafah pada 9 Dzulhijjah pagi untuk menjalani Wukuf.

Mina bukan sekadar lembah di antara Makkah dan Muzdalifah. Lokasi suci yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram ini menjadi

panggung utama sejumlah ritual penting dalam ibadah haji, termasuk melempar jumrah, menyembelih hewan kurban, serta mencukur atau memangkas rambut.

Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di lembah ini, menjadikannya simbol pengorbanan, kesabaran, dan pengabdian.

Sejarah dan Spiritualitas Lembah Mina

Lembah Mina memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi Islam, terutama sejak masa Nabi Ibrahim a.s.

Tempat ini menjadi saksi pelaksanaan perintah Allah yang menguji ketaatan, sekaligus meneguhkan semangat tauhid.

Hingga kini, Mina tetap memainkan peran vital dalam keberlangsungan ibadah haji dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari memori spiritual umat Islam.

Infrastruktur Modern: Dari Kain ke Fiberglass Tahan Api

Dahulu, Mina hanya dipenuhi tenda-tenda sementara dari kain atau kayu yang didirikan secara musiman.

Namun, seiring meningkatnya jumlah jamaah dan kebutuhan akan keselamatan serta kenyamanan, Pemerintah Arab Saudi melakukan transformasi besar-besaran.

Kini, Mina memiliki lebih dari 100.000 tenda permanen yang terbuat dari fiberglass tahan api dan panas, mencakup area sekitar 2,5 juta meter persegi.

Tenda-tenda tersebut dilengkapi sistem pendingin udara (AC) dan penomoran sistematis, sehingga memudahkan pengaturan serta akses darurat. Sistem ini dirancang untuk menampung lebih dari 2 juta jamaah setiap tahunnya.

Jembatan Jamarat: Teknologi untuk Kelancaran dan Keselamatan Jamaah

Pusat aktivitas utama di Mina adalah Jembatan Jamarat, bangunan bertingkat yang dibangun untuk mendukung ritual melempar jumrah secara aman.

Jembatan sepanjang 950 meter dan lebar 80 meter ini dapat menampung lebih dari 300.000 orang per jam, dengan jalur masuk dan keluar terpisah, eskalator, koridor darurat, serta sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memantau kepadatan massa secara real time.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti pos pertolongan pertama, area istirahat, dan kanopi pendingin turut disediakan untuk mengurangi risiko kelelahan dan paparan panas ekstrem selama musim haji.

Masjid Al-Khayf dan Dukungan Kerajaan Arab Saudi

Tak jauh dari Jamarat, Masjid Al-Khayf menjadi titik penting lain dalam lanskap spiritual Mina. Masjid ini terus ditingkatkan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan guna mendukung kenyamanan dan kekhusyukan beribadah.

Seluruh transformasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci, yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Di bawah naungan Visi 2030, Arab Saudi menargetkan peningkatan infrastruktur haji secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek transportasi, akomodasi, dan pemanfaatan teknologi pintar untuk manajemen kerumunan.

Visi 2030 dan Masa Depan Haji yang Lebih Modern

Penerapan teknologi dan pendekatan terintegrasi di Mina menunjukkan komitmen Arab Saudi untuk mewujudkan pengalaman haji yang lebih aman, efisien, dan nyaman.

Langkah ini menjadi bagian penting dari Visi 2030, program ambisius yang bertujuan menjadikan Kerajaan Arab Saudi sebagai pusat dunia Islam modern yang tetap menjaga nilai-nilai tradisional.

Mina bukan hanya tempat persinggahan fisik para jamaah, tetapi juga simbol spiritual di mana makna pengorbanan, pengabdian, dan ketaatan menjadi nyata.

Di lembah ini, hal-hal duniawi dan nilai-nilai ilahiah bertemu, menciptakan suasana yang sulit dilukiskan kecuali oleh mereka yang mengalaminya secara langsung.(*)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#visi 2030 #visi 2030 arab saudi #arafah #mina #mabit #Tarwiyah #haji 2025 #wukuf