Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis di Banjarbaru, Ahli Forensik Ungkap Modus Menghabisi Korban

Lambertus Hurek • Rabu, 21 Mei 2025 | 15:16 WIB
Jumran oknum TNI AL diadili gegara menghabisi wartawan di Kalimantan Selatan. (IST)
Jumran oknum TNI AL diadili gegara menghabisi wartawan di Kalimantan Selatan. (IST)

RADAR SURABAYA – Fakta mengejutkan diungkap ahli forensik terkait kematian tragis jurnalis muda asal Banjarbaru, Juwita (23). Ia diduga dibunuh dengan cara dicekik kuat oleh oknum TNI AL bernama Kelasi Satu Jumran.

Dalam sidang di Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin, Senin (19/5), dr Mia Yulia Fitrianti dari RSUD Banjarmasin membeberkan detail hasil autopsi yang bikin merinding.

“Korban meninggal karena tekanan kuat di leher, diduga dipiting dengan tangan. Dalam dua menit, bisa langsung menyebabkan kematian,” ungkap dr Mia di hadapan majelis hakim.

Menurut Mia, tekanan di leher menyebabkan aliran darah ke otak terhenti. Leher korban juga ditemukan memar berwarna ungu akibat pembuluh darah pecah. “Tulang penyangga lidah kanan dan kerongkongan korban juga patah,” jelasnya.

Yang bikin ngeri, pitingan tersebut dilakukan dengan tenaga sangat kuat, bahkan ditemukan resapan darah sampai ke tulang belakang kepala. Mia menyebut luka itu murni akibat tekanan tangan, bukan jeratan tali atau alat lain.

“Ini bukan jeratan tali, tapi tekanan benda tumpul—kemungkinan besar tangan manusia,” ucapnya. Mia juga menguatkan dugaan adanya cekikan lanjutan untuk memastikan korban benar-benar tewas.

Uniknya, ditemukan bekas tekanan kuku di leher korban. Tapi menurut Mia, bentuknya lebih cocok dengan kuku korban sendiri, bukan kuku pelaku. Ada dua kemungkinan: korban berusaha melepaskan diri, atau kuku itu sengaja ditekan pelaku untuk menutupi jejak.

“Kami pastikan seluruh luka terjadi sebelum korban meninggal,” tegasnya.

Selain luka di leher, ada juga memar di kepala. Tapi luka itu tidak cukup parah untuk menyebabkan kematian. “Faktor utama tetap tekanan di leher,” kata dia.

Berdasarkan hasil autopsi, tim forensik sempat bertanya ke penyidik apakah pelaku memiliki latar belakang sebagai atlet. Tapi ternyata pelaku adalah anggota TNI AL.

Usai keterangan forensik, pengadilan melanjutkan sidang dengan dua saksi lain yang menyebut terdakwa sempat meninggalkan mobil usai menghabisi korban. Sidang akan dilanjutkan Selasa (20/5) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Diketahui, Juwita adalah jurnalis di media daring lokal Banjarbaru dan sudah mengantongi sertifikasi UKW. Ia ditemukan tewas di tepi Jalan Trans Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, bersama motornya. Awalnya, warga mengira kecelakaan. Tapi luka lebam di leher dan hilangnya ponsel korban memicu kecurigaan pembunuhan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#tni #pembunuhan wartawan #oknum tni al #Pembunuhan Wartawan Banjarbaru #forensik