RADAR SURABAYA - Lama tak diketahui, gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Bukittinggi, Sumatera Barat, akhirnya terbakar, Minggu (18/5) pukul 10.00. Gudang berisi puluhan tandon (tempat penampungan air) yang dimodifikasi serta drum diduga berisi BBM ludes terbakar.
Gudang penyimpanan BBM ilegal ini tidak terlihat dari luar. Saat kebakaran warga sekitar panik, karena lokasi gudang berada di pemukiman warga.
Kepala Seksi Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi Dedi Afrianto, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sembilan unit armada pemadam dibantu tiga unit tambahan dari Kabupaten Agam.
“Penyebab kebakaran mungkin karena ada kelalaian, ini tempat penimbunan BBM,” katanya.
Sementara itu, Camat Guguk Panjang, Yelrizon yang hadir di lokasi kebakaran mengatakan masih menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian.
"Kami belum bisa menyampaikan detail, masih menunggu pihak kepolisian yang menyelidiki kasus ini," katanya.
Gudang penyimpanan BBM ilegal ini tidak terlihat dari luar. Pemilik menutup gudang menggunakan pagar dengan tinggi empat meter. Ini membuat aktivitas di dalamnya tidak bisa terpantau dari luar.
Salah satu warga, Rini, 28, mengaku, aktivitas di gudang penyimpanan BBM sering dilakukan pada malam hari. Ia mengaku mendengr beberapa kali ledakan saat kebakaran tersebut.
"Pasti tempat menimbun BBM itu, buktinya banyak tong tempat menyimpannya. Kami resah dan takut, saat terbakar seperti ini. Pemiliknya bukan warga sini," katanya.
Saat ini, lokasi gudang sudah disterilkan pihak kepolisian. Polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk mempermudah penyelidikan. (ant/gun)
Editor : Guntur Irianto