Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Keracunan Makanan MBG, DPR RI Minta BPOM Ikut Awasi SPPG

Guntur Irianto • Minggu, 18 Mei 2025 | 18:41 WIB
PENGAWASAN : Anggota DPR RI minta BPOM ikut awasi kualitas makanan yang diproduksi SPPG untuk program MBG. Agar tidak ada lagi kasus keracunan. (ILUSTRASI/RADAR SURABAYA)
PENGAWASAN : Anggota DPR RI minta BPOM ikut awasi kualitas makanan yang diproduksi SPPG untuk program MBG. Agar tidak ada lagi kasus keracunan. (ILUSTRASI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Beberapa kasus keracunan akibat makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan tajam dari anggota DPR RI. Salah satunya datang dari Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. Ia meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) turun mengawasi pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Edy mengungkapkan, BPOM memiliki kewenangan untuk mengawasi produksi makanan yang diolah SPPG untuk siswa penerima MBG ini. BPOM menurutnya punya otoritas untuk memeriksa setiap tempat yang diduga digunakan produks, penyupanan, pengangukutan, dan perdagangan pangan. 

"Artinya BPOM punya kewenangan untuk memberikan penagwasan seluruh SPPG,” tutur Edy dikutip dari Jawa Pos, Minggu (18/5).

Edy prihatin dengan ada 17 kejadian keracunan di 10 provinsi akibat kurangnya pengawasan makanan untuk MBG ini. “Kita belum optimal dalam hal keamanan pangan,” ungkapnya.

Menurutnya, BGN memiliki kompetensi untuk mengontrol kualitas makanan. “UMKM saja dikontrol ketat (BPOM), kenapa ini (SPPG) yang menyangkut 3000 orang tidak dikontrol?” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, BPOM sudah mulai turun ke SPPG. Ia melihat ada beberapa dapur yang perlu dibenahi. Ini terkait belum terpenuhinya Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

“Kami berkomitmen semakin mempererat kerjasama kami degan Badan Gizi Nasional (BGN) supaya mencegah kejadian ini agar tidak terulang,” tutur Taruna. 

Ia mengungkapkan, beberapa kasus keracunan sudah diketahui penyebabnya. “Ada makanan yang terlalu cepat dimasak dan lambat didistribusikan sehingga menimbulkan kejadian,” ungkapnya. (jpc/gun)

Editor : Guntur Irianto
#dpr ri #tanggung jawab #Mbg #SPPG #solusi #pemerintah #keracunan makanan #Penyebab keracunan makanan #program mbg #Makan Bergizi Gratis #bpom #pengawasan