Madinah – Seorang perempuan asal Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, terlantar di Bandara Madinah akibat tertinggal rombongan. Berdasarkan sumber media lokal, wanita yang diketahui bernama Rusmiati,55, itu diduga berangkat ke Tanah Suci menggunakan visa kerja, bukan visa haji resmi.
Video Rusmiati yang tampak kebingungan sambil memegang paspor di area bandara viral di media sosial. Ia mengenakan pakaian serba hitam dan sempat terlihat duduk di musala sebelum ditemukan oleh petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Andi Pratama, pada Kamis (15/5) sore waktu setempat.
Kepada petugas, Rusmiati mengaku berangkat bersama rombongan dengan membayar Rp 130 juta untuk paket haji plus. Namun, sesampainya di Madinah, rombongan tersebut ternyata menggunakan visa kerja. Sebanyak 116 jemaah ilegal pun diamankan otoritas bandara. Rusmiati mengaku lolos dari razia namun akhirnya terlantar.
Saat ini, Rusmiati ditampung sementara di Hotel Odst Al Madinah. Namun, masa inap di hotel terbatas dan ia tidak memiliki bekal lain selain paspor dan pakaian yang dikenakan.
Menurut Andi, ada dua opsi untuk menangani jemaah ilegal seperti Rusmiati, dideportasi melalui jalur kepolisian dengan risiko masuk daftar hitam haji selama 10 tahun, atau pulang secara mandiri dengan membeli tiket sendiri.
“Kami imbau masyarakat, khususnya di Madura dan Pamekasan, agar tidak mudah tergiur tawaran haji non-resmi. Risikonya sangat besar, baik secara finansial maupun ibadah yang akhirnya tidak sah,” tegasnya.
KJRI bersama otoritas Arab Saudi masih menyelidiki lebih lanjut terkait agen perjalanan yang memberangkatkan jemaah secara ilegal.
Usai videonya viral, Rusmiati mendadak muncul di media sosial pada Minggu (18/05). Dia menegaskan bahwa bukan merupakan jamaah haji ilegal.
"Saya hanya tertinggal rombongan dan tidak membawa HP. Sekarang saya sudah ada di hotel dan bertemu rombongan," ucap Rusmiati dalam bahasa Madura.
Sontak saja munculnya video Rusmiati ini memicu interaksi hangat dikalangan warga net. Sebagian netizen mempertanyakan tentang keabsahan visa yang digunakan oleh Rusmiati saat berangkat ke Mekkah. Sebagian lagi menyoroti pihak yang menggunakan jalur khusus dalam memberangkatkan jamaah asal Madura.
Editor : M Firman Syah