Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dahlan Iskan: Khofifah Tipe Gubernur yang Teknokratis Sejati, Betul-betul Terukur

Vega Dwi Arista • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:58 WIB
INOVATIF: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan acara.
INOVATIF: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan acara.

RADAR SURABAYA - Mantan Menteri BUMN Periode 2011-2014, Dahlan Iskan melihat ada perubahan besar pada diri Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Dahlan menyebut, Khofifah sosok pemimpin yang bertiper teknokratis.

Ucapan itu terlontar saat Dahlan berbincang dengan Khofifah di siniar miliknya, DISWAY. Di satu momen, Dahlan menanyakan terkait dengan modal sosial di Jatim, Khofifah lantas menjawabnya dengan lancar dan tanpa kendala satupun sembari memberi contoh berupa adanya desa wisata.

“Itulah kenapa saya menyebut beliau ini sudah bermetamorfose menjadi teknokrat, karena contohnya seperti itu,” kata Dahlan.

Dahlan lantas menilai bahwa contoh yang diberikan Khofifah di siniarnya tersebut betul-betul jelas dan terukur. Oleh karena itu, ia menilai, kini Khofifah sudah beralih menjadi teknokrat dibandingkan dengan birokrat.

“Bedanya seorang yang hanya birokrat dan teknokrat adalah begitu saya tanya contohnya, dia langsung siap dan steppingnya itu terukur dan betul-betul meningkat,” ujar Dahlan.

Adapun sebelumnya, di dalam siniar bersama Dahlan itu, Khofifah menerangkan modal sosial di Jatim punya peluang menjadi kekuatan baru dan besar di Indonesia. Menurutnya, dengan pemantik yang tepat maka efek pengganda (multiplier effect) untuk melejitkan ekonomi Jatim sangat besar.

“Saya merasa bahwa sangat banyak sebetulnya social capital di Jatim ini kalau didorong pasti akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Bottom up participation di Jatim ini gampang sekali digerakkan. Berbeda saya rasa di tempat lain, jadi kalau diberi stimulant kecil itu multiplier effectnya besar,” ucap Khofifah.

Selanjutnya, Khofifah pun memberi contoh yakni berupa desa wisata. Awalnya pemberian bantuan dari Pemerintah Provinsi Jatim hanya Rp100 juta, namun pelan tapi pasti daerah tersebut sudah mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Desa wisata itu stimulan dari Pemprov cuma Rp100 juta, tapi memang sudah ada potensi alamnya atau budayanya. Setelah dikasih stimulan kecil mereka bisa bergerak akhirnya ngambil KUR. Setelah ambil KUR pertama biasanya Rp2 miliar, berikutnya ambil Rp10 miliar dan kemudian dia sudah memberikan PAD,” terang Khofifah. (rud/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#BUMN #gubernur #Jawa Timur #khofifah #dahlan iskan