RADAR SURABAYA - Diduga gantikan ayahnya, sopir truk meninggal dunia usai terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Harina relasi Bandung-Surabaya di perlintasan sebidang di Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5) pagi.
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan satu korban tewas dalam kecelakaan itu merupakan pengemudi truk pengangkut kedelai tersebut. "Satu meninggal dunia, sopir truk," katanya.
Korban meninggal dunia ialah Akbar, 20, sedangkan korban luka ringan Edi, 41, keduanya warga Kelurahan Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kecelakaan ini menyebabkan muatan truk berupa kedelai berhamburan di sekitar lokasi. Nampak kondisi truk tersebut ringsek di bagian kanannya.
Sementara untuk kronologi kecelakaan truk dengan kereta dan identitas korban meninggal, Yunaldi mengatakan masih proses identifikasi aparat kepolisian.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan lokasi kecelakaan merupakan perlintasan sebidang dengan palang dan penjaga pintu.
Ia menuturkan KA Harina berangkat dari arah Semarang menuju Surabaya. Masinis KA Harina sudah berulang kali membunyikan klakson sebelum kejadian.
Truk tersebut diduga tetap melintas meski sirine perlintasan telah berbunyi. Lokomotif kereta menghantam bagian kabin truk hingga terpental dan muatannya berhamburan.
Franoto mengatakan rangkaian KA Harina terpaksa ditarik kembali ke Stasiun Semarang Tawang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, petugas gabungan kepolisian, dinas perhubungan, dan petugas KAI mengevakuasi truk yang mengalami kecelakaan.
Ia menambahkan tidak ada keterlambatan perjalanan kereta akibat peristiwa tersebut. "Keterlambatan hanya KA Harina yang tertemper truk, sekitar 3 jam," tambahnya. (ant/gun)
Editor : Guntur Irianto