Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gerakan Mahasiswa 'Indonesia Gelap': Demonstrasi Menolak Efisiensi Anggaran dan Kritik terhadap Sistem Pendidikan

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 18 Februari 2025 | 18:29 WIB
Demo mahasiswa di depan DPRD Jawa Timur, Senin (17/2) menyikapi kondisi negara yang tidak baik-baik saja.
Demo mahasiswa di depan DPRD Jawa Timur, Senin (17/2) menyikapi kondisi negara yang tidak baik-baik saja.

RADAR SURABAYA- Pengamat Politik Adi Prayitno menduga bahwa kanal politik di Senayan tersumbat, sehingga mahasiswa melakukan demonstrasi di berbagai kota.

Demonstrasi yang bertajuk "Indonesia Gelap" ini dilakukan sejak kemarin, 17 Februari 2025, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran.

“Mahasiswa mulai berdemo. Mungkin karena di Senayan kanal politik formal tersumbat,” kata Adi dalam unggahannya di platform X, Selasa (18/2).

Adi menduga bahwa anggota DPR RI tidak ada yang berani bersuara terkait isu ini karena persoalannya dianggap kontroversial.

“Tidak ada yang berani bersikap tegas dalam urusan kontroversial,” ujarnya berspekulasi.

Menurutnya, jika saluran politik di Senayan berjalan lancar, mahasiswa tidak akan turun ke jalan.

Mereka lebih memilih fokus belajar di kampus. “Kalau di Senayan saluran politik lancar, adik-adik mahasiswa ini lebih memilih di kelas kampus, belajar, menulis, dan mempelajari urusan tambang,” pungkasnya.

Sistem Pendidikan dan Kebangkitan Gerakan Mahasiswa

Sementara itu, Kris Hendrijanto, S.Sos., M.Si., staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), memberikan analisis terkait aksi Indonesia Gelap ini.

Menurutnya, aksi mahasiswa saat ini merupakan respons terhadap sistem pendidikan yang telah didesain sedemikian rupa selama periode kepemimpinan nasional sebelumnya.

“Sistem pendidikan di perguruan tinggi dirancang agar mahasiswa sibuk dengan urusannya sendiri, seperti mengejar indeks prestasi yang tinggi, lulus cepat, dan terlibat dalam urusan administratif yang menyebalkan,” ujar Kris.

Ia menilai bahwa kebangkitan gerakan mahasiswa sebagai agent of control menandakan bahwa mereka telah jenuh dengan sistem yang membatasi kebebasan mereka.

“Mahasiswa sudah mulai sadar dan ingin melakukan social action dalam bentuk demonstrasi di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa nalar mahasiswa sudah kembali sehat,” tambahnya.

Pengamat politik Unej Kris Hendrijanto.
Pengamat politik Unej Kris Hendrijanto.

Kris juga menyatakan kegembiraannya melihat mahasiswa kembali bergerak untuk menyikapi kondisi sosial ekonomi yang semakin buruk akhir-akhir ini. “Hidup mahasiswa!” serunya.

Kris menambahkan, carut marutnya kondisi ekonomi masyarakat saat ini ditandai dengan harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Hal ini diperparah oleh maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkannya pegawai honorer di berbagai daerah dengan dalih efisiensi.

Sementara itu, di tingkat pemerintah pusat, justru terjadi penambahan kementerian, pengangkatan staf khusus menteri, dan kebijakan lain yang sama sekali tidak mencerminkan gerakan efisiensi.

Kondisi ini tentu sangat melukai hati masyarakat, terutama kelompok mahasiswa.

Pantas saja jika kemudian mereka berhimpun untuk mengupayakan perubahan melalui social action.

"Mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, merasa terpanggil untuk menyuarakan ketidakadilan dan menuntut perbaikan sistem yang lebih adil dan transparan," Pungkas Kris.

Latar Belakang Demonstrasi 'Indonesia Gelap'

Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di berbagai kota ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat, khususnya efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Gerakan ini juga menjadi kritik terhadap sistem politik yang dianggap tidak responsif terhadap aspirasi rakyat.

Mahasiswa menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara, serta mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan yang selama ini dianggap mengungkung kebebasan akademik.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Kris Hendrijanto #Adi Prayitno #demo mahasiswa #Indonesia Gelap