RADAR SURABAYA – Ramai di media sosial terkait video kecelakaan lalu lintas (laka lantas) antara motor Scoopy milik siswa SMKN 1 Kendari, Muhammad Tsafiq Nabil, dengan mobil Toyota Alphard milik Hj. Sulaeha Sanusi, anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara.
Kecelakaan di Jalan Poros Kendari, Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, itu terjadi pada Minggu (12/1) lalu. Namun kejadian ini viral setelah diunggah akun X @Bacottetangga_, Senin (13/1).
Dilansir dari sumber pertama dari akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Bermula saat Honda Scoopy 110 yang dikendarai oleh Muhammad Tsafiq Nabil bersama temannya, Fauzan Fathir Rahman, mengalami oleng ke jalur kanan dengan kecepatan tinggi dari arah Unaaha menuju Kendari.
Keduanya diduga sedang mengantuk dan kelelahan saat berkendara sehingga masuk ke jalur berlawanan. Nahas, motor yang sedang mereka kendarai menabrak mobil Alphard dari arah berlawanan. Tabrakan adu banteng ini mengakibatkan kedua pelajar tersebut terpelanting ke udara dan jatuh mencium aspal. Keduanya pun kritis karena luka-luka yang cukup parah.
Kedua pelajar SMKN 1 Kendari tersebut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan saat ini dalam kondisi koma.
Sementara mobil yang saat itu sedang dikendarai oleh Jie Weng Kui, suami Hj. Sulaeha Sanusi, mengalami kerusakan pada bagian bumper depan yang penyok karena mengalami benturan yang cukup keras. Sementara motor Scoopy korban hancur di bagian depan.
“Setibanya di kawasan Desa Lasoso, pengendara sepeda motor diduga mengantuk sehingga tanpa sadar melebar ke sisi kanan dan menabrak Toyota Alphard DT 3 AAA milik Hj, Sulaeha Sanusi, anggota komisi III DPRD Sultra, yang saat itu dikendarai oleh suaminya, Jie Wang Kui. Hingga berita ini dibuat, kedua pelajar tersebut masih dalam keadaan koma,” tulis caption di akun X @Bacottetangga_ pada Senin (13/1).
Berita tersebut menuai banyak perhatian warganet yang turut serta memberikan komentarnya melalui akun X tersebut.
“Kasus begini di Indonesia yang bakal keluar uang banyak dan repot adalah pihak mobil. Untungnya ada dashcam. Jarang ada kasus pengendara motor mengganti kerugian mobil saat terjadi kecelakaan, meskipun kesalahan ada dari puhak motor,” tulis salah satu warganet melalui akun pribadinya @byn_**.
Baca Juga: Akrab Bertemu di Jakarta, Prabowo dan Steven Seagal Ternyata Sudah Berteman 35 Tahun
“Yang salah pemerintah kota gak ngasih anak-anak transportasi yang memadai ke sekolah, lanjut ke orang tua di mana anak seusia sekolah harusnya belum boleh bawa motor sendiri. Terakhir ya anaknya yang mungkin nendang pintu buat dapet motor sendiri,” timpal akun @gulakopi** pada kolom kemnetar yang sama. (kum/jay)
Editor : Jay Wijayanto