Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jatim 2024: Meningkatkan Potensi Atlet untuk PON XXII 2028

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 23 Desember 2024 | 01:07 WIB

Banyak atlet muda potensial bermunculan di ajang Kejurprov Muaythai Jatim yang digelar di Surabaya.
Banyak atlet muda potensial bermunculan di ajang Kejurprov Muaythai Jatim yang digelar di Surabaya.

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jatim 2024 di GOR Hayam Wuruk, Surabaya, Menghadirkan Angin Segar bagi Pengprov MI Jatim

RADAR SURABAYA - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jawa Timur (Jatim) 2024 yang berlangsung di GOR Hayam Wuruk, Kota Surabaya, memberikan semangat baru bagi Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jatim. Kejuaraan yang mempertandingkan kategori fight dan seni ini memperebutkan 24 medali emas dan dinilai sukses karena dua faktor utama.

  1. Jumlah Peserta yang Meningkat Signifikan

Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov Muaythai 2024, Wahyu Trihartanto, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang terdaftar melebihi ekspektasi, dengan lebih dari 250 atlet yang berasal dari Pengcab/Pengkot MI se-Jatim.

“Jumlah ini menunjukkan bahwa Muaythai telah menjadi salah satu cabang olahraga yang populer di Jawa Timur,” ujar Wahyu setelah partai final pada Minggu, 22 Desember 2024.

Kejuaraan ini juga membawa angin segar bagi daerah-daerah yang sebelumnya memiliki kepengurusan vakum. Menurut Wahyu, kejuaraan ini memberi dorongan untuk kebangkitan organisasi Muaythai di kota dan kabupaten. “Praktis, hanya daerah yang belum memiliki kepengurusan MI yang tidak berpartisipasi,” tambahnya.

  1. Kebangkitan Potensi Daerah Baru

Pelatih Muaythai Jatim, Soldier of Fortuna, mengungkapkan bahwa beberapa daerah yang sempat vakum menunjukkan potensi besar. Bojonegoro, misalnya, meskipun baru mempersiapkan atlet selama satu tahun, berhasil mengirimkan 11 atlet, enam di antaranya masuk final.

“Bojonegoro mengungguli beberapa daerah yang sebelumnya punya catatan prestasi rutin, seperti Probolinggo, Malang, dan Surabaya,” jelas Soldier.

Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi Pengprov MI Jatim dalam mempersiapkan atlet terbaik untuk PON 2028 di NTB-NTT. Soldier menambahkan bahwa kejurprov ini membuka peluang bagi daerah-daerah yang sebelumnya tidak terlihat untuk mengirimkan atlet-atlet potensial.

  1. Pembinaan Atlet untuk Puslatda

Ketua Pengprov MI Jatim, Baso Juherman, menyambut positif geliat pembinaan Muaythai di seluruh pencab. Ia menjelaskan bahwa juara-juara dari semua kelas akan diberi kesempatan untuk bergabung dengan Puslatda setelah melalui seleksi. “Kami ingin meningkatkan jumlah atlet di Puslatda menjadi 300 persen, dengan tiga atlet di setiap kelas,” ujar Baso.

Baso juga menekankan bahwa meskipun atlet yang masuk Puslatda mungkin lebih banyak, persaingan yang ketat akan memastikan hanya atlet terbaik yang terpilih untuk mewakili Jatim di PON 2028. “Jawa Timur memiliki banyak potensi atlet. Hanya saja, para pengurus kabupaten/kota harus lebih fokus dalam melatih teknik Muaythai mereka,” tutupnya.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#surabaya #Baso Juherman #PON XXII 2028 #Muaythai Jatim #kejurprov muaythai Jatim