RADAR SURABAYA – Dua narapidana (napi) Lapas Kelas 2B Sumedang, Jawa Barat, berusaha kabur menggunakan sarung yang diikat pada Selasa (3/12) lalu. Namun, aksi kedua napi ini berhasil digagalkan oleh rombongan siswa SMP yang tengah nongkrong di sekitar lokasi. Video penangkapan napi kabur oleh siswa SMP ini viral di media sosial.
Salah satu siswa SMP itu bernama Fajar memberikan kesaksiannya. Menurut dia, saat kejadian, dia tengah nongkrong bersama teman-temannya selepas pulang sekolah.
Awalnya, Fajar mendengar suara berisik dari atas bangunan lapas sehingga ia mengira bahwa sedang ada perbaikan atap.
Saat melihat ada 2 orang di atas lapas, Fajar dan temannya mengira bahwa mereka merupakan pekerja bangunan. Namun setelah melihat salah satunya menggunakan baju tahanan, dia pun menyadari bahwa dua orang itu merupakan napi yang berusaha kabur.
Dua napi tersebut berusaha kabur dengan cara menaiki pos dan turun menggunakan lima sarung yang disambung sambung. “Saya lantas kasih tahu yang lain kalau ada napi keluar, dan petugas yang jaga langsung turun untuk membantu,” ungkap Fajar dikutip Radar Surabaya, Kamis (5/12).
Dia juga menerangkan bahwa setelah memberitahukan kepada penjaga lapas, mereka turut membantu melakukan penangkapan dan pengeroyokan kepada 2 napi yang berusaha kabur itu.
“Petugas yang ada bilang ‘pukulin aja napi ini’, saya sama teman teman langsung ikut bantu tangkap,” terangnya.
Petugas lapas dengan bantuan siswa SMP ini akhirnya berhasil menangkap para napi itu. Meskipun salah satu napi sempat kabur dengan berlari dan berjalan kaki sejauh 5 kilometer, ia akhirnya ditangkap setelah dikejar oleh petugas lapas. Keduanya pun kembali dijebloskan ke sel tahanan.
"Dibantu oleh masyarakat lingkungan sekitar lapas yang peduli terhadap lapas, akhirnya kami bisa langsung menangkap kembali dua napi tersebut." terang Kalapas Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro.
Ratri juga menerangkan kejadian tersebut terjadi ketika persiapan salat Duhur. Saat itu kondisi pos tidak terjaga karena petugas sedang mengawal seorang napi yang sakit getah bening ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang. Akibatnya lapas kekurangan anggota untuk mengamankan pos benteng.
Pihak lapas berharap pemerintah memfasilitasi kontruksi bangunan baru untuk Lapas Sumedang. Pasalnya, bangunan Lapas Sumedang yang idealnya diisi maksimal 100 orang, kini telah melebihi batas karena diisi hingga 300 orang. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto