RADAR SURABAYA - Event lomba lari terbesar di Surabaya, BCA CitraLand Marathon 2024, mendapat respons luar biasa. Hal itu terlihat dari jumlah pesertanya yang mencapai 5.000 pelari nasioanl dan asing. Itupun sebenarnya masih banyak yang antri agar bisa dalam event tahunan ini.
Lauw Hendra, Direktur Ciputra Group menjelaskan, tingginya repond para penggemar olahraga lari dalam event ini karena mereka telah merasakan tahun lalu event yang sama berjalan sangat sukses dan lancar. Sehingga mereka semakin tertarik.
“Sebenarnya awalnya kita hanya menargetkan sekitar 3.500 pelari saja. Namun karena animo yang begitu besar, akhirnya kami tambah sampai 5.000. Itupun sebenarnya masih banyak yang antri untuk ikut. Namun demi kenyamanan peserta dan warga CitraLand, itu sudah maksimal,” kata Lauw Hendra saat memperkenalkan Jersey dan Medali BCA CitraLand Marathon 2024, Kamis (28/11).
Yang menarik, dalam event lari yang sudah masuk agenda nasional ini, pesertanya tidak hanya dari Surabaya dan sekitarnya saja. Namun juga dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Bali, Lombok, Maluku dan banyak lagi lainnya.
“Bahkan beberapa pelari asing juga banyak yang ikut seperti dari Afrika, Australia, Taiwan, Thailand, Singapura dan Malaysia. Selain itu, dua pelari nasional yang sudah menjuarai berbagai kejuaraan di dalam dan luar negeri, Robby Sianturi dan Irma Handayani juga akan ikut dalam kelas 10 K,” tambahnya.
Yuliarso Christiono, Ketua Panitia dan General Manager CitraLand Surabaya menambahkan, event lari yang mengambil tema "Transforming Together" akan sangat menarik dan menantang bagi para pelari.
Sebab medan yang dilalui selain panjang dan berkelok-kelok, namun juga penuh dengan tanjakan dan turunan. Sehingga untuk bisa mencapai finish perlu stamina yang prima.
Ada empat kategori yang diperebutkan nanti yakni Full Marathon (FM), Half Marathon (HM), 10K, dan 5K. Karenanya event ini merupakan satu-satunya even lari dengan kategori Full Marathon di Surabaya. Dan kali ini merupakan yang ke 6 kalinya sejak pertama kali digelar dengan title Yogi-Yogi Marathon.
"Event ini juga menjadi event lari penutup tahun ini. Makanya animo penggemar lari luar biasa. Saat dibuka pendaftaran, hanya dalam waktu 40 menit sudah ada 1500 orang pendaftar," ungkap Christiono.
Tingginya animo masyarakat tersebut selain ditopang dari banyaknya nasabah BCA yang ikut bergabung dalam event ini, juga karena sekarang komunitas lari tumbuh begitu subur di Surabaya dan Indonesia. Sehingga mereka sangat antusias mengikuti event berkelas seperti BCA CitraLand Marathon 2024.
“Even ini digelar juga untuk memperkenalkan kawasan CitraLand dan fasilitasnya yang lengkap, untuk menjadi lokasi masyarakat berolahraga. Didukung dengan rutenya yang asri dan nyaman namun menantang. Selain itu juga meningkatkan brand awareness bersama para sponsor,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Race Director BCA CitraLand Marathon 2024, Stevie Chandra menambahkan, pihaknya sengaja menghelat even tahun ini secara elegan dan lebih seru dibanding even-even sebelumnya. Sebab itu, disiapkan sejumlah spot hiburan bagi peserta.
Dia mengakui, tidak semua peserta ikut lomba mengejar juara. Ada juga yang ikut untuk menyalurkan hobi dan berolahraga sambil fun-fun saja. Bahkan mereka ini yang paling dominan.
Dari empat kategori, 5K sebanyak 1.900 orang, 10K 1.600 orang, HM diikuti 1.100 orang dan FM sebanyak 400 pelari.
“Event ini memang special. Sejak kami mulai lewat Yogi-Yogi Marathon, jumlah pesertanya terus meningkat. Makanya, yang ikut FM enam kali berturut-turut akan kami sediakan hadiah khusus. Kalau sampai finish semua jumlahnya ada 12 orang,” ujar Stevie.
Kusnadi, Kepala pengembangan Bisnis Wilayah III BCA Surabaya, mengapresiasi gelaran BCA CitraLand Marathon 2024. Selain atlit dan masyarakat umum, banyak juga nasabah BCA yang ikut pada even tersebut.
"Kami akan selalu support kegiatan yang digelar CitraLand Surabaya. Dan di even BCA CitraLand Marathon 2024, BCA Surabaya akan menyiapkan booth yang menyediakan beragam layanan dan gimmick-gimmick bagi peserta," tutup Kusnadi. (fix)
Editor : Jay Wijayanto