Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Insiden Polisi Tembak Polisi yang Pernah Terjadi, Terbaru di Solok Sumatera Barat

Nurista Purnamasari • Sabtu, 23 November 2024 | 02:06 WIB
Irjen Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua (foto kiri). AKP Ulil Ryanto Anshari yang tewas ditembak Kabagops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.
Irjen Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua (foto kiri). AKP Ulil Ryanto Anshari yang tewas ditembak Kabagops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

RADAR SURABAYA - Insiden polisi tembak polisi kembali terjadi. Terbaru, insiden berdarah terjadi di lingkungan Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat (22/11) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ulil Ryanto Anshari, tewas ditembak oleh Kabagops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar yang tidak lain adalah pimpinannya sendiri di area parkir Mapolres Solok Selatan.

Penembakan diduga dipicu ketidaksenangan pelaku terhadap penangkapan tersangka kasus tambang ilegal Galian C yang dilakukan korban bersama timnya.

Insiden polisi tembak polisi bukan kali ini saja terjadi. Insiden berdarah tersebut sudah berkali-kali mencoreng wajah Kepolisian Republik Indonesia.
Polisi yang merupakan penegak hokum dan harusnya mengayomi masyarakat justru beradu emosi dan berakhir dengan hilangnya nyawa rekan sendiri.

Inilah sederet peristiwa polisi tembak polisi yang pernah terjadi:
1. 27 April 2005, Polres Jombang, Jawa Timur
Insiden polisi tembak polisi terjadi pada tahun 2005. Yakni Iptu Sugeng menembak Ajun Komisaris Ibrahim Gani di ruang Samapta Polres Jombang, Jawa Timur.

Kasus penembakan pada Rabu pagi, pukul 6.30 WIB, 27 April 2005 itu diduga terjadi karena stres yang dialami Iptu Sugeng setelah dimutasi.
Seusai menembak atasannya, Sugeng menembak kepalanya sendiri hingga tewas.

Baca Juga: Keluarga Brigadir Yosua Kecewa Berat MA Ringankan Hukuman Ferdy Sambo cs, Terlebih ke Putri Candrawathi

2. 14 Maret 2007, Kepolisian Kota Besar Semarang
Seorang anggota provost, Briptu Hance Christianto menembak atasannya, Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Semarang AKB Lilik Purwanto.

Penembakan itu terjadi di ruang kerja Lilik pada Rabu, 14 Maret 2007 usai apel pagi.

Lilik tewas dengan enam tembakan dari jarak kurang dari dua meter bersarang di dada dan kepalanya. Briptu Hance diduga kecewa karena dimutasi ke Polres Kendal.

Setelah menghabisi AKBP Lilik Purwanto, Hance juga tewas. Hance tewas terkena satu tembakan. Namun belum jelas asal tembakan. Ada kemungkinan juga Hance bunuh diri.

3. 6 April 2013, RS Bayangkara Makassar
Briptu Ishak Trianda nekat menembak Kepala Rumah Sakit Bayangkara Makassar Kombes Purwadi di Ruang Komite Medik RS Bayangkara Makassar pada 6 April 2013.

Insiden penembakan terjadi diduga akibat pelaku kecewa terhadap karumkit yang dianggap mengabaikan tata kelola proyek perluasan rumah sakit yang dipimpin korban.

Proyek pengembangan ruang perawatan dan layanan medik yang sudah berjalan satu tahun itu, oleh Ishak dianggap tidak memperhatikan keselamatan ratusan penghuni asrama polisi yang hanya dipisahkan oleh tembok dengan rumah sakit Polri kelas B tersebut.

4. 15 Februari 2014, Jalan Gatot Subroto, Tangerang
Brigadir Kepala Lasmidi mengalami luka tembak di dada kiri dalam aksi koboi bersama dengan tiga polisi di Jalan Gatot Subroto, Tangerang, pada Sabtu, 15 Februari 2014.

Kejadian itu bermula saat Brigadir Kepala Ridho menerima ini informasi adanya dugaan perampokan bersenjata di dalam mobil angkutan kota.

Anggota tim buru sergap Kepolisian Sektor Metro Jatiuwung itu mendapat informasi dari anggota Yon 203 AK.

Ridho kemudian memberi tahu Lasmidi dan keduanya bersama anggota Yon 203 AK menuju lokasi kejadian penembakan, di depan Giant Ekstra Cimone, Kota Tangerang.

Di TKP Lasmidi langsung melepaskan tembakan peringatan ke atas. Kemudian menodongkan senjata ke dalam angkutan kota yang di dalamnya berisi empat orang, plus sopir.

Anggota polisi yang diduga adalah Aipda NBB dari Polresta Tigaraksa balas menembak Lasmidi.

Dia tak mengetahui bahwa Lasmidi adalah anggota polisi karena Lasmidi berpakaian preman.

Baca Juga: Inilah Tiga Besar Penyakit yang Diderita Pasien di Rumah Sakit di Jawa Timur

5. 18 Maret 2014, Polda Metro Jaya
Kepala Detasemen Makras (Denma) Polda Metro Jaya AKB Pamudji meninggal dunia setelah ditembak di bagian kepala oleh bawahannya, Brigadir Susanto di kantor piket Kepala Pelayanan Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 18 Maret 2014.

Penembakan terjadi diduga lantaran Brigadir Susanto tak terima ditegur oleh AKB Pamudji.

6. 10 Oktober 2017, Pengeboran minyak di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah
Tiga anggota Brimob yang bertugas di lokasi pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tewas diduga ditembak oleh rekannya sendiri.

Korban tewas akibat penembakan itu adalah Bripka BT, Brigadir BW, dan Brigadir AS.

Penembakan tersebut diduga bermotif pribadi. Sejumlah saksi mengaku diperintah oleh Bripka BT untuk lari menyelamatkan diri. Sebelum akhirnya terdengar suara tembakan lagi.

Brigadir BW dan AS tertembak di bagian tubuh, sementara Bripka BT didapati luka tembak di bagian kepala.

Baca Juga: Mahasiswi Magang di Semarang Lapor Polisi Dilecehkan Manajer BUMN, Modus Dipanggil ke Ruangan Lantas Dicium dan Dipegang

7. 25 Juli 2019, Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat
Peristiwa berdarah polisi tembak polisi terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25 Juli 2019.

Brigadir Rangga Tianto secara kalap melepaskan tujuh proyektil dari senjata api jenis HS 9 miliknya.

Seluruh tembakan itu tepat sasaran mengenai rekan seprofesinya, Bripka Rahmat Effendy.

Korban tewas seketika setelah tertembak timah panas pada bagian dada, leher, paha, dan perut.

Penembakan ini dilatarbelakangi oleh aksi pengamanan yang dilakukan Bripka Rahmat terhadap pelaku tawuran bernama Fahrul ke Polsek Cimanggis.
Kemudian orang tua Fahrul, ditemani Brigadir Rangga, datang ke Polsek Cimanggis.

Usut punya usut, Fahrul ini ternyata keponakan Brigadir Rangga. Brigadir Rangga meminta Bripka Rahmat untuk membebaskan Fahrul agar dibina oleh orang tuanya sendiri.

Namun Bripka Rahmat menolak dengan nada keras. Hal itu menyulut emosi Brigadir Rangga dan terjadilah aksi polisi tembak polisi tersebut.

8. 8 November 2019, Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
Usai terlibat adu mulut, Aiptu P nekat menembak rekannya sendiri, Aipda NS, pada Jumat, 8 November 2019 di Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Insiden yang terjadi pada pukul 09.30 WIB itu berawal saat Aiptu P tengah membersihkan senjata di Polsek Sirenja sempat adu mulut dengan Aipda NS.

Tiba-tiba Aiptu P menembakkan senjata apinya ke arah Aipda NS hingga mengenai rahang. Karena panik P kemudian menembak dirinya sendiri.

9. 25 Oktober 2021, Kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur
Aksi polisi tembak polisi juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2021 lalu.

Penembakan itu dilakukan oleh Brigadir Kepala MN terhadap Brigadir Satu HT.

Brigadir Kepala MN menembak rekan sesama polisinya itu dari jarak dekat.

Penembakan terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban, di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur.

Aksi polisi tembak polisi hingga tewas ini diduga karena persoalan asmara.

Pelaku cemburu kepada korban yang diduga memiliki hubungan gelap dengan istrinya.

10. 8 Juli 2022, Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo
Brigadir Joshua tewas karena luka tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta pada 8 Juli 2022.

Awalnya, Brigadir Joshua dilaporkan meninggal karena baku tembak. Namun, setelahnya terungkap bahwa Brigadir Joshua murni ditembak tanpa perlawanan.

Ferdy Sambo kemudian dinyatakan bersalah karena menjadi dalang atau aktor intelektual pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua.

Pada usahanya menutupi kejahatan tersebut, Sambo sempat membuat skenario palsu dan melakukan sabotase terhadap barang bukti.

Dalam proses peradilan, Sambo sempat dijatuhi hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dalam sidang pembacaan vonis pada Senin, 13 Februari 2023.

Sempat ditolak banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Sambo mengajukan permohonan kasasi ke MA pada 12 Mei 2023.

Beberapa bulan berselang, MA memutuskan mengubah putusan terhadap para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, termasuk Ferdy Sambo yang semula dihukum mati, berganti penjara seumur hidup.

11. 8 September 2022, Terbanggi Besar, Lampung Tengah
Aipda Ahmad Karnain, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan tewas usai ditembak oleh rekannya, Aipda Rudi Suryanto, yang menjabat sebagai Kanit Provos di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah.

Peristiwa penembakan terjadi di kediaman korban di Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Peristiwa penembakan tersebut merupakan buntut dari masalah uang arisan istri pelaku yang diumbar di grup Whatsapp.

12. 23 Juli 2023, Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Kasus polisi tembak polisi ini terjadi di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 23 Juli 2023, dini hari.

Keduanya diketahui merupakan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tewas diduga akibat ditembak rekannya sesama personel kepolisian, yakni Bripda IMS dan Bripka IG.

Itulah sederet insiden polisi menembak sesama polisi yang menggegerkan masyarakat dan mencoreng institusi Polri. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#polres solok selatan #Polisi Tembak Polisi #Polri #Polda Metro Jaya #ferdi sambo