RADAR SURABAYA – Sebuah video memperlihatkan duel antar pelajar di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat dua siswa SMP saling baku hantam di sebuah lapangan di Kecamatan Cadasari.
Tidak hanya itu, aksi ini semakin mencekam saat salah satu siswa datang menodongkan senjata tajam jenis parang. Sementara pelajar lainnya menodongkan sesuatu yang mirip senjata api ke arah lawannya.
Aksi tersebut langsung ramai diperbincangkan dan memicu keresahan di kalangan warga maupun netizen.
Dalam video yang tersebar, beberapa siswa yang mengenakan celana seragam SMP dan SMA tampak terlibat dalam duel tersebut.
Salah satu siswa terlihat mengacungkan golok panjang dan seorang lainnya tampak memegang benda menyerupai pistol, menodongkan ke arah lawannya untuk menakut-nakuti.
Menanggapi video yang viral, Kanit Reskrim Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang, Ipda Robert Sangkala, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan mengamankan tiga siswa yang terlibat dalam duel tersebut.
"Kami unit PPA Polres Pandeglang telah mengamankan pelajar yang terlibat dalam aksi duel yang viral ini. Ada tiga orang yang kami amankan terkait senjata tajam dan senjata yang menyerupai pistol," ujar Robert, Jumat (8/11).
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa senjata mirip pistol tersebut ternyata hanya korek api berbentuk senjata api.
Meski begitu, aksi siswa yang menodongkan korek api serupa pistol ini tetap menghebohkan dan membuat suasana di lokasi semakin tegang.
"Itu bukan senjata api asli, hanya korek api berbentuk pistol," jelas Ipda Robert.
Robert juga menjelaskan bahwa duel ini ternyata merupakan kelanjutan dari konflik sebelumnya, di mana salah satu pelajar merasa tidak terima dengan hasil duel dan mengajak bertemu kembali untuk menyelesaikan perseteruan mereka.
"Dari pengakuan mereka, salah satunya merasa tidak terima karena dianggap kalah, sehingga mereka sepakat untuk bertemu kembali dan berduel di lapangan bola," tambahnya.
Menurut Robert, senjata pistol yang digunakan hanya dimaksudkan untuk menakut-nakuti lawan. “Pengakuannya, pistol korek api itu hanya untuk menakut-nakuti lawan," ungkapnya.
Saat ini, ketiga pelajar yang terlibat dalam duel tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Pandeglang.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu parang dan satu pistol korek api yang digunakan dalam duel.
Ketiga pelajar yang diamankan adalah siswa dari salah satu SMP Negeri di Kecamatan Cadasari. Pihak kepolisian juga mengundang orang tua, pihak sekolah, serta kepala desa setempat untuk mendampingi proses pemeriksaan.
"Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ketiga pelajar ini untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kejadian ini," kata Ipda Robert.
Robert menambahkan bahwa karena para pelaku masih di bawah umur, polisi akan memberikan pembinaan khusus agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan melakukan pembinaan kepada mereka karena masih di bawah umur. Ini adalah pelajaran bagi mereka, agar tidak lagi menggunakan senjata—bahkan hanya untuk gaya atau menakut-nakuti," tegasnya.
Sementara itu, kejadian ini tak elak dari perhatian netizen. Seperti akun X @bacottetangga_ yang membagikan video duel anak SMP tersebut, yang hingga kini telah mencapai 15 ribu tayangan.
Tanggapan netizen terhadap video duel pelajar yang viral di Pandeglang ini cukup beragam, namun mayoritas merasa geram sekaligus prihatin.
Banyak yang mengecam aksi tersebut karena dianggap meresahkan dan memperlihatkan perilaku yang sangat berbahaya, terlebih melibatkan senjata tajam dan "pistol" walaupun hanya korek api.
"Anak anak sekarang kalo berantem pakenya senjata tajam, ga mikirin diri sendiri dan nasib org tua di rumah. anak dulu mah klo duel pake bogem aja, paling ujung2 babak belur dan ga sampe mati," komentar akun @g*.
“Tolong ini mah udh bukan pelajar lagi namanya.. tolong ditindak dengan serius," ujar akun @s* menambahkan.
Kasus ini tentu menjadi peringatan bagi orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan perilaku remaja, terutama di luar lingkungan sekolah.
Untuk itu pentingnya mendidik anak-anak agar menjauhi tindakan kekerasan dan lebih bijak dalam bersosialisasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.(aul/jay)
Editor : Jay Wijayanto