RADAR SURABAYA – Kasus selebgram Arie Riyanthie alias Siti Septi Ariyanti yang diselingkuhi sang suami, Bimo Aryo Tedjo, masih terus berlanjut.
Sebelumnya, beredar video CCTV yang menampilkan detik-detik pelakor Maela Asila yang masuk ke rumah Arie dan Bimo dengan santainya untuk berzinah dengan Bimo selama tiga hari.
Saat itu diketahui Arie sedang melakukan umroh dan di rumah hanya ada ketiga anak-anaknya dengan Bimo.
Banyak warganet yang menanyakan keberadaan anak-anak Arie pada waktu perselingkuhan itu terjadi, hingga akhirnya putra sulung mereka pun angkat bicara dan menceritakan bagaimana kronologinya kejadian itu di sebuah video klarifikasi yang diunggah di media sosial.
Video anak pertama Arie yang sedang membuat klarifikasi dari banyaknya pertanyaan netizen yang menanyakan keberadaannya sewaktu sang ayah dan Maela berselingkuh di kamar itu viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @folkmedsos, Selasa (5/11).
Dalam video itu tampak anak Arie yakni pemilik akun Instagram @rokondaa mengatakan jika dirinya ingin mengklarifikasi dari banyaknya pertanyaan yang menanyakan dirinya dimana saat kejadian perselingkuhan ayah dan pelakor itu berlangsung.
“Assalamualikum, jadi aku mau buat klarifikasi karena banyak yang nanya, anaknya memang kemana kok bisa dia (pelakor Maela Asila, Red) masuk (rumah) gitu aja?,” ucap anak Arie yang masih berusia 14 tahun dalam video itu.
Terlihat di video jika putra sulung Arie ini sangat kecewa dengan sang ayah, Bimo Aryo Tejo, hingga menyebut dengan nama depannya saja tanpa sebutan 'ayah' atau 'bapak.'
Awalnya, dia mengungkapkan jika rekaman video CCTV yang sebelumnya diunggah sebenarnya memiliki durasi yang cukup panjang.
Sewaktu Bimo menjemput Maela, wanita tersebut disuruh menunggu di teras depan. Bimo kemudian masuk ke rumah untuk mengecek keadaaan anak-anaknya. Pada waktu itu diketahui jika ketiga anaknya sedang berada di kamar.
“Jadi aku jelasin singkat saja, sebenarnya CCTV-nya itu lumayan panjang. Jadi si Bimo abis jemput itu cewek, ditaroh di depan rumah dulu biar ga ketahuan. Si Bimo ini langsung masuk ke dalem buat ngecek kondisi. Aku sama adek aku yang pertama, Andra, lagi di kamar sama Anan juga, adek aku yang kedua,” ungkapnya.
Setelah merasa aman, Bimo langsung mengirim pesan Whatsapp (WA) pada Maela jika keadaan aman hingga si selingkuhan dapat masuk ke dalam.
Setelahnya, Bimo langsung mengunci kamar dan tak memperbolehkan siapapun untuk masuk ke kamar tersebut.
“Terus kayaknya dia langsung WA itu cewek, udah aman gitu. Makanya langsung nyelonong gitu saja. Terus dia masuk ke kamar orang tua aku, terus dikunci biar nggak ada yang bisa masuk ke situ dan nggak ada yang buka. Kayaknya juga ngga bakal dibolehin gitu. Memang biadap Bimo anj***,” lanjut anak Arie dan Bimo ini.
Setelah memeriksa bukti chat antara Bimo dan Maela, anak Arie berkata jika Maela selama 3 hari di rumah ternyata tidak pernah keluar sama sekali dari kamar.
Bahkan jika ingin makan dan minum, ayahnya yang bakal mengambilkannya. Begitu pun saat mengembalikan peralatan makan ke dapur.
Video ini telah meraup 28 ribu kali disukai pengguna Instagram. Unggahan tersebut juga banjir komentar dari netizen yang salfok (salah fokus) dengan panggilan nama sang ayah yang disebutkan sang anak begitu saja dengan cara menjambal, bahkan sempat sekali memakinya dengan kasar.
“Sepertinya anaknya sudah hilang respect ma bpknya. Anak ini gak salah karena orangtua mencontohkan yang tidak baik didpn anak2nya, entah bagaimana perasaan anaknya saat liat bpknya begitu..,” tulis @nia***
“N*ir, bilang bimo aja lagi,” kata @aid***
“The Real anak yang Berbakti untuk ibunya,” kata @set***
Kabar terbaru dari Arie Riyanthie saat ini melalui akun Instagram pribadinya @arie_rieyanthie, ia terlihat sedang mengantar sang anak anak sulung pergi ke psikolog.
Arie mengunggah fotonya bersama sang anak pergi ke psikolog pada Instastory-nya, Rabu hari ini (6/11).
Arie juga mengunggah bukti tangkap layar sebuah pesan dari Mahkamah Agung RI yang memberikan pemberitahuan putusan panggilan sidang perceraiannya, yang akan dilaksanakan pada November di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang. (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto