RADAR SURABAYA – Polemik antara Pratiwi Noviyanthi dengan Agus Salim terkait uang donasi Rp1,5 miliar belum juga terlihat titik terangnya.
Sempat dirasa masalah selesai karena pihak Agus telah memindahkan uang ke pihak yayasan, tetapi malah berakhir Agus melaporkan Novi ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.
Agus bersama pengacaranya Farhat Abbas melaporkan Novi ke polisi dikarenakan uang donasi yang seharusnya menjadi haknya malah dipindahkan kembali ke rekening yayasan.
Padahal pemindahan tersebut tidak didasari pemaksaan dari pihak Novi, melainkan inisiatif Agus sendiri.
Melalui kanal YouTube Pratiwi Noviyanthi pada Rabu (23/10), membuat klarifikasi terkait polemik yang terjadi mengenai uang donasi Rp1,5 miliar untuk Agus.
Novi bersama kuasa hukumnya Garry Julian menjelaskan dari awal mereka membuka donasi untuk Agus dengan catatan untuk kebutuhan pengobatan.
“Sekali lagi dijelaskan, open donasi pertama untuk kebutuhan pengobatan Mas Agus Salim,” terang Novi.
Pembukaan donasi merupakan permintaan dari ipar Agus bernama Wulan. Saat itu pihak keluarga meminta agar uang donasi langsung dikirimkan ke rekening pribadi Agus.
Namun karena tidak adanya komunikasi terkait mutasi rekening, Novi sempat tidak mengetahui jumlah donasi yang terkumpul.
Novi selaku ketua yayasan yang menggalang donasi untuk pengobatan Agus melalui akun Instagram pribadinya tentu selalu membagikan transparasi mengenai penggunaan uang donasi tersebut di sana.
Hal ini dilakukan agar para pemberi donasi tidak menyalahkan pihak yayasan apabila ditemukan adanya uang donasi tidak digunakan semestinya.
Begitu juga ketika Novi menemukan adanya penyalahgunaan uang donasi yang dilakukan Agus.
Uang donasi sebesar Rp95,8 juta yang katanya digunakan untuk pelunasan rumah ternyata hanya digunakan sebesar Rp35 juta saja.
Sementara sisanya diduga digunakan untuk keperluan pribadi Agus dan keluarga, bahkan untuk belanja online.
Buntut dari permasalahan tersebut, pada Sabtu (12/10) pihak Agus tanpa paksaan datang sendiri ke bank untuk melakukan pemindahan uang donasi sebesar Rp1 miliar ke rekening yayasan.
Kemudian pada (14/10) setelah kedua pihak datang ke podcast Denny Sumargo, pihak Novi mengira masalah sudah selesai. Pasalnya istri Agus, Elmi telah mentransfer uang donasi sebesar Rp300 juta ke rekening yayasan.
Novi juga menegaskan bahwa uang donasi yang telah dipindahkan ke rekening yayasan dengan total Rp1,3 miliar akan tetap digunakan untuk pengobatan Agus bukan untuk personal atau pun yayasan.
“Kita kelola untuk pengobatan Mas Agus, bukan untuk personal atau yayasan kami. Jadi Rp1,3 miliar utuh untuk pengobatan Mas Agus,” tegas Novi.
Sisa uang donasi Rp1,3 miliar yang sekarang disimpan oleh yayasan untuk pengobatan Mas Agus seperti operasi kelopak mata yang berkisar Rp100 juta, pembentukan bola mata, dan bagian terinfeksi lainnya seperti wajah dan tangan.
Jika proses pengobatan telah selesai dilakukan dan uang donasi masih tersisa, barulah diperbolehkan uang donasi tersebut dipergunakan untuk membangun usaha.
“Apapun yang Mas Agus butuhkan untuk pengobatan kita selesaikan dulu. Nanti setelah selesai, kalau masih ada sisa uang lebih, kita bisa beli usaha untuk Mas Agus, supaya Mas Agus tidak perlu menyita waktu berlebih di masa pemulihan. Misalnya bikin kontrakan rumah,” tambah Novi.
Kini Agus seolah tidak mau berurusan lagi dengan Novi dan menggunakan fasilitas layanan dari uang donasi.
Bahkan ketika pembuatan video klarifikasi dibuat, Agus seharusnya memiliki jadwal pengecekan mata untuk kemudian dijadwalkan operasi, tetapi ia tidak datang. Padahal Novi telah menyiapkan uang pengobatan sebesar Rp100 juta.
“Harusnya hari ini Mas Agus ada pengecekan karena akan operasi kelopak mata. Biayanya Rp100 juta telah kita siapkan karena dananya kan memang untuk Mas Agus. Dananya juga masih utuh. Kita dapat kabar bahwa hari ini Mas Agus tidak datang, tidak ada konfirmasi juga ke pihak rumah sakit. Kita coba hubungi juga tidak direspon,” kata Novi. (sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto