Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ramai Perusahaan Pecat Gen Z, Selain Alasan Kurang Motivasi Apalagi? Berikut Penelitiannya 

Agung Nugroho • Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:19 WIB

 

Ilustrasi Generasi Z
Ilustrasi Generasi Z

 

RADAR SURABAYA– Generasi Z atau Gen Z adalah individu yang lahir pada rentang 1997 hingga 2012. Mereka sudah mulai memasuki dunia kerja di tengah puncak pandemi dan saat ini banyak ditemui pekerja Gen Z di banyak perusahaan.

Namun sebuah laporan dari Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karir mengungkapkan data mengejutkan.

Enam dari sepuluh perusahaan melaporkan telah memecat karyawan Gen Z lulusan universitas yang baru mereka rekrut tahun ini.

Pemecatan tersebut didasari dari kurangnya motivasi, profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang buruk.

Berikut alasan mengapa banyak perusahaan memecat karyawan Gen Z:

1. Kurangnya motivasi atau inisiatif – 50 persen

2. Kurangnya profesionalisme - 46 persen

3. Keterampilan berorganisasi yang buruk - 42 persen

4. Keterampilan komunikasi yang buruk - 39 persen

5. Kesulitan menerima feedback - 38 persen

6. Kurangnya pengalaman kerja yang relevan - 38 persen

7. Keterampilan pemecahan masalah yang buruk - 34 persen

8. Keterampilan teknis yang tidak memadai - 31 persen

9. Ketidakcocokan budaya - 31 persen

10. Kesulitan bekerja dalam tim - 30 persen

 "Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya karena hal itu bisa sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama belajar. Mereka sering kali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri," kata Huy Nguyen, Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelligent.

Hasil survei juga melaporkan bahwa beberapa pekerja Gen Z kesulitan mengelola beban kerja, sering terlambat, dan tidak berpakaian atau berbicara dengan pantas.

Sementara laporan terpisah dari bulan April lalu menunjukkan bahwa Gen Z terlalu bergantung pada dukungan orang tua dalam mencari pekerjaan atau lebih tepatnya kurang memiliki usaha dalam proses pencarian kerja.

Mirisnya lagi Gen Z bahkan mengajak orang tua datang ke proses wawancara, meminta orang tua menulis dan mengirimkan lamaran kerja untuk mereka.

Namun ada tiga alasan utama mengapa Gen Z banyak dipecat oleh perusahaan:

1. Kurang Motivasi

Gen Z telah melihat bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan yang loyal seperti PHK, pemotongan gaji, dan kurangnya keamanan kerja.

Mereka menghargai perusahaan yang peduli dengan karyawan, tetapi di sisi lain pengalaman hidup mereka melihat ketidakstabilan pasar tenaga kerja dan perusahaan yang mengeksploitasi karyawan.

Sehingga kurangnya motivasi ini bisa saja merupakan bentuk penolakan untuk terjun ke dalam sistem yang tidak menawarkan banyak stabilitas sebagai balasannya.

2. Berbicara dan Bahasa yang Berbeda

Gen Z tumbuh besar dengan media sosial dan komunikasi berbasis teks yang membuat mereka kesulitan dengan komunikasi tatap muka.

Terlebih lagi artikel tahun 2022 dari Harvard Law School menjelaskan bahwa Gen Z pertama kali masuk dunia kerja selama pandemi yang mana Gen Z banyak berkomunikasi melalui media sosial.

Hal ini berpotensi membuat mereka tidak siap memasuki industri yang mengharuskan rapat, presentasi, dan kolaborasi mendalam.

3. Menolak Mentalitas Kerja Tanpa Kehidupan

Banyak Gen Z menolak budaya kerja tradisional yang menekankan jam kerja panjang, ketersediaan konstan, dan keterlibatan dalam pekerjaan seseorang.

Berbanding terbalik dengan generani milenial yang meromantisasi gagasan bekerja malam, akhir pekan, dan hari libur untu maju, Gen Z lebih menekankan pada keseimbangan antara bekerja dan kehidupan nyata.

Hal tersebut dikarenakan Gen Z lebih memprioritaskan kesejahteraan pribadi dan kesehatan mental dibandingkan kemajuan karir.

Baca Juga: Preview Arsenal vs Shakhtar: The Gunners Jaga Tren Kemenangan di Eropa

Dengan begitu tidak semua Gen Z yang dipecat merupakan pekerja generasi yang buruk, melainkan sistem kerja mereka berbenturan dengan sistem kerja terdahulu yang belum disesuaikan dengan kebutuhan modern.(sas/mag/nug)

Editor : Agung Nugroho
#kemandirian #Lapangan Kerja #harapan #tantangan #generasi z