Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HARI INI 76 Tahun yang Lalu, PON Pertama Kali Digelar di Solo, Jawa Tengah

Nurista Purnamasari • Minggu, 8 September 2024 | 14:10 WIB
DOK. ARSIP NASIONAL INDONESIA Presiden Soekarno, Wakil Presiden Muhammad Hatta, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat menghadiri PON I di Stadion Sriwedari, Solo 9 September 1948.
DOK. ARSIP NASIONAL INDONESIA Presiden Soekarno, Wakil Presiden Muhammad Hatta, dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat menghadiri PON I di Stadion Sriwedari, Solo 9 September 1948.

RADAR SURABAYA - Pekan Olahraga Nasional atau PON adalah pesta olahraga nasional di Indonesia yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia.

PON diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia.
PON pertama kali digelar pada 8 September 1948 di Solo, Jawa Tengah.

PON dibuat sebagai event pengganti karena para atlet Indonesia gagal berangkat ke Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948.

Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak kesulitan.

PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC).

Sehingga para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut.

Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London.

Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima.

Alasannya, karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia.

Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo.

Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo.

Pada saat itu, PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938 (yang terkenal dengan nama ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI).

Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Solo telah memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan kolam renang.

Pada saat itu Solo termasuk kota dengan fasilitas olahraga yang terbaik di Indonesia.

Selain itu, seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Solo sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 sampai dengan 12 September 1948.

Selain itu, PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih dapat membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

Upara pembukaannya PON I pada 9 September 1948, kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Sekitar 600 atlet bertanding pada sembilan cabang olahraga yang memperebutkan 108 medali.

Pesertanya bukan pada tingkat provinsi, melainkan pada tingkat kota/kabupaten dan karesidenan, sebanyak 13 partisipan ikut serta.

Juara umumnya adalah Keresidenan Surakarta dengan total medali sebanyak 36 medali.

Upacara pembukaan PON pertama ini diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.

Sedangkan acara penutupan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua KORI.

Cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam PON I yakni, atletik, bola keranjang, bulutangkis, sepak bola, tenis, renang (termasuk polo air), panahan, bola basket, dan pencak silat.

Sementara untuk kota/kabupaten/karesidenan yang mengikuti PON I ialah Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Keresidenan Jakarta, Keresidenan Kedu, Keresidenan Kediri, Keresidenan Madiun, Kota/Kabupaten Magelang, Keresidenan Malang, Keresidenan Semarang, Keresidenan Pati, Keresidenan Surabaya, Keresidenan Surakarta, dan Keresidenan Yogyakarta. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#koni #pon #Hari Olahraga Nasional #solo #jawa tengah #Sri Sultan Hamengkubuwono IX #8 September #soekarno