Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

ASPROV PSSI Jatim Kumpulkan Pelatih, Bahas Silabus Persepakbolaan ala Jawa Timur

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 5 Juli 2024 | 15:17 WIB

Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB, Ph.D.
Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB, Ph.D.
RADAR SURABAYA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menggelar acara bertajuk Konferensi Pelatih se-Jawa Timur di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, Kamis (4/7) siang. Ratusan pelatih dari berbagai daerah menghadiri acara ini.

Di antaranya adalah mereka yang telah mengantongi lisensi kepelatihan D PSSI, C AFC, B AFC, A AFC, hingga AFC Pro.

Sejumlah nama yang memang dikenal sejak menjadi pemain sampai berkarier sebagai pelatih pun turut hadir.

Mereka hadir untuk menyatukan persepsi tentang pengembangan sepakbola terutama soal program peningkatan kompetensi pelatih dan pelatihan pemain muda yang sudah terbuang dalam Silabus Persepakbolaan Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur Ahmad Riyadh menilai dibuatnya Silabus Sepakbola Jatim bertujuan untuk memberikan pemahaman dan cara yang sama dalam membina pesepakbola muda serta sebagai pedoman bagi para pelatih.

"Jadi kalau pemain lokalnya bagus, tidak perlu ambil pemain dari luar. Saat ini memang masih perlu pemain dari luar supaya bisa transformasi ilmu, termasuk pelatih dari luar," kata Riyadh dalam Konferensi Pelatih Se-Jawa Timur di Balai Budaya Surabaya, Kamis.

Namun, lanjutnya, kalau pemain lokal kompetensinya sudah bagus dan bisa bersaing dengan pesepakbola luar maka anak-anak bangsa ini bisa bersaing.

"Tapi kalau dari lokal sendiri sudah bagus, maka bisa bersaing," ucapnya.

Photo
Photo

Riyadh menjelaskan, memang keadaan saat ini tidak bisa dilawan, sehingga perlu diimbangi dengan meningkatkan kompetensi para pesepakbola dan pelatih lokal.

"Gol dari silabus ini untuk kemajuan sepak bola Indonesia yang bermartabat di tingkat internasional," tuturnya.

Riyadh berharap dengan adanya Silabus Sepakbola Jatim tersebut para pelatih di Jawa Timur bisa mempunyai pegangan dan acuan dalam melatih para pesepakbola di Jatim.

"Setidaknya silabus ini adalah terobosan program dari Asprov PSSI Jatim, agar para pelatih saat melatih punya pedoman dan tidak kemana-mana," kata Riyadh.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa pembuatan silabus tersebut merupakan pertama kalinya yang dibuat oleh Asprov di Indonesia.

"Setidaknya Jawa Timur mendahului di antara Asprov lainnya," kata Riyadh.

Riyadh menambahkan, tujuan lain konferensi tersebut juga untuk membentuk Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) di Jawa Timur.

"Kegiatan ini adalah amanah dari statuta, Asprov Jawa Timur harus membentuk dan ini Insya Allah yang pertama di Indonesia. APSSI Jatim nantinya juga punya suara dalam kongres PSSI," ujarnya.

Dari hasil kegiatan yang digelar Asprov Jatim untuk pemilihan Ketua APSSI Jatim, Fakhri Husaini terpilih secara aklamasi dalam konferensi yang dihadiri oleh sekitar 450 orang pelatih se-Jawa Timur.
Bahkan, sejumlah pelatih yang memiliki lisensi A Pro seperti Widodo Cahyono Putro, Uston Nawawi, Joko Susilo, Muhammad Zein Al Hadad dan Hanafing juga mendukung pria yang juga menjabat sebagai Direktur Akademi Deltras Sidoarjo.

Salah satu penyusun Silabus, Fakhri Husaini mengatakan, dalam silabus ini tim pelatih merumuskan kurikulum pelatihan sepak bola berpedoman pada Filanesia.

Namun, disesuaikan dengan karakter dan budaya sepakbola di Jatim yang agresif dan progresif.

Karena itu, dalam penyusunan silabus ini, pihaknya melibatkan pelatih-pelatih berkompeten yang memiliki pemahaman pembinaan sepak bola serta akademisi.
Antara lain Joko Susilo, Uston Nawawi, Fakhri Husaini, Hanafing, Kurnia Sandi, Mamak Alhadad dan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang juga praktisi pembinaan sepakbola usia dini, Dr Imam Syafii, M.Kes.

"Sehingga nanti seluruh Askab/Askot bisa mensosialisasikan silabus ini kepada pelatih. Harapannya pemain punya standar seperti yang kami inginkan, main bola cepat, agresif tapi menjunjung tinggi nilai sportivitas, respek," kata Fakhri Husaini.

Pembinaan dengan standar tinggi, lanjut Fakhri Husaini, harus diterapkan pelatih pada pemain sejak usia dini. Sehingga, ketika di usia matang akan terbentuk permainan yang berkualitas.

"Pembentukan itu harus dari usia dini, gak lompat-lompat. Dan pelatih harus punya standar tinggi," pungkasnya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#asprov pssi jatim #ahmad riyadh #fakhri husaini #pssi