SALAT tarawih adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Ibadah ini tidak ada di bulan lain.
Salat tarawih dilakukan setelah salat Isya dan bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau musala, atau pun dilakukan sendiri di rumah (munfarid).
Pada bulan Ramadan yang telah memasuki fase kedua hari ke-6, dipenuhi dengan berkah ampunan. Hal ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Kitab Syu'bul Iman.
فقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان:
Artinya: Telah diriwayatkan dari Salman bahwa awal Bulan Ramadan adalah rahmat, di pertengahannya ampunan dan di ujungnya pembebasan dari api neraka.
(Diriwayatkan Imam Baihaqi dalam Kitab Syu'bul Iman)
Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat tarawih, bahkan Beliau tidak pernah meninggalkan salat tarawih ini.
Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Salat Tarawih:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya, “Barang siapa melakukan salat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Salat tarawih termasuk dalam kategori sunah muakad atau sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Ini karena dalam salat tarawih terdapat banyak keutamaan besar yang bisa kita peroleh. Keistimewaan salat tarawih juga berbeda-beda setiap malamnya.
Menurut Kitab Durrotun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi, keutamaan salat tarawih malam ke-16 yakni Allah SWT memberikan kesempatan bagi seseorang untuk terhindar dari neraka dan diberikan kesempatan untuk masuk surga.
وفى الليلة السادسة عشرة كتب الله له براءة النجاة من النار وبراءة الدخول من الجنة
Artinya: Pada malam yang ke 16, Allah SWT akan mencatat kebebasan selamat dari Neraka dan kebebasan masuk Surga bagi yang mengerjakan salat tarawih. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto