SIDOARJO–Tak mudah bagi CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhannudin menapaki karir seperti sekarang hingga berujung pada penghargaan Person of The Year 2023 dari Radar Sidoarjo.
Amir yang putra seorang kiai di Tuban itu mengaku mempunyai cerita panjang sebelum akhirnya terjun menggeluti dunia sepak bola di Jatim seperti saat ini.
Amir yang memiliki background pendidikan hukum mengungkap bahwa dirinya terjun ke Surabaya saat menjadi kuasa hukum bagi Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Saat itu, Khofifah yang kalah di Pilkada Jatim melakukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2008.
Dari posisinya itu, ia kemudian kenal dan dekat dengan beberapa tokoh di Jawa Timur seperti La Nyalla Mahmud Mattaliti.
Dia pun kemudian banyak diberi kepercayaan. Mulai duduk di kursi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur hingga akhirnya bergabung di kepengurusan Asprov PSSI Jawa Timur.
Putra dari Kiai Munawar Zaini, seorang ulama asal Bancar, Tuban itu, bergabung ke PSSI karena terinpirasi dari La Nyalla.
Saat itu, La Nyalla adalah salah satu penggerak reformasi sepak bola Indonesia mulai 2010.
Dia turut berperan dalam penurunan Ketua PSSI, Nurdin Halid saat itu.
Hingga dirinya ikut dalam mendeklarasikan PSSI Perjuangan di kantor KONI Jatim di Jalan Kertajaya.
“Pak Nurdin Halid itu tidak bisa digulingkan oleh member, tapi ia bisa digulingkan oleh publik dalam hal ini para suporter klub besar. Tiap hari didemo dan di Surabaya digerakkan oleh Pak La Nyalla,” ucapnya.
Tahun 2011, La Nyalla mencalonkan diri sebagai Ketua PSSI Jawa Timur dan kemudian terpilih.
Amir pun dipercaya menjadi salah satu pengurus di Asprov PSSI Jawa Timur.
Pria kelahiran pada 8 Maret 1979 itu ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris I mendampingi Akhmad Munir sebagai Sekretaris.
Kemudian, terjadi Kongres PSSI di Solo tahun 2012 dimana Djohar Arifin terpilih sebagai Ketua PSSI dan La Nyalla sebagai exco.
Hingga kemudian terjadi gejolak antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Dari situlah, ia mulai terlibat terus menerus dalam sepak bola nasional.
Pada 2013 PSSI dan KPSI melebur menjadi satu dengan Djohar Arifin sebagai ketua PSSI dan La Nyalla menjadi wakil ketuanya. Dan harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua PSSI Jawa Timur.
Akhirnya mandat Ketua PSSI Jawa Timur diserahkan ke Bambang Pramukantoro. Saat itu pula Amir naik menjadi Sekretaris PSSI Jawa Timur.
“Dari situ saya bertemu dengan banyak orang, mulai lebih mengenal sepak bola lebih dalam, belajar sedikit demi sedikit, saya mulai kenal dengan banyak hal, saya pelajari itu,” katanya.
Hampir setiap hari secara rutin ia belajar mengenai sepak bola. Mulai dari membaca di situs PSSI dan FIFA. Semenjak saat itu hari-harinya diselimuti dengan yang namanya sepak bola.
Bahkan ia juga mengalami masa pembekuan PSSI. Sehingga ia sudah mengalami kecut manisnya sepak bola. Saat ini ia duduk dan dipercaya sebagai Wakil Ketua PSSI Jawa Timur. (sai/vga)
Editor : Jay Wijayanto