Akhir-akhir ini casing seseorang makin sering mengecewakan. Apa memang karena tujuannya untuk menipu?
Wartawan Radar Surabaya
Donwori, 33, ngaku cinta mati dengan istrinya, Karin, 29. Sejak pandangan pertama, Donwori langsung kepincut dengan solek tubuh Karin.
Ibarat handphone, Karin ini seperti ponsel keluaran Amrik yang baru saja dirilis dengan harga puluhan juta.
Bodinya aduhai. Bezel lebih tipis sehingga rasio layar ke bodi menjadi makin luas.
Materialnya terbuat dari titanium grade 5 yang lebih ringan dan kian tahan banting bila dibandingkan stainless steel.
Tatapan mata Karin memang beda, dan selalu menarik perhatian pria-pria. Termasuk perhatian Donwori, seorang pengusaha konveksi yang bisnisnya sedang naik daun.
Rupanya Donwori tak tahu, jika itu hanya jebakan semata. Donwori yang memang mencari tambatan hati pun langsung sreg dengan Karin.
Tanpa basa-basi, Donwori pun mengajak Karin menikah. Bak gayung bersambut, Karin pun mau.
"Sebelum menikah memang sibuk bekerja. Karena ingin segera menikah, ketemu dia waktu di mall, karena cantik ya tak ajak nikah saja," ujar Donwori.
Donwori yang kebelet nikah pun mengajak Karin pergi ke orang tuanya. Biar kenalan, katanya.
Kala itu, Donwori membawa Karin dengan mobil sport pribadinya. Sontak saja Karin pun langsung lengket bak lem sepatu.
Benar saja, tiga tahun menikah, tingkah Karin pun perlahan mulai berubah. Manjanya minta ampun.
Tak mau ke pasar jika tak diantar. Hanya mau pakai make up yang pakai endorse artis, seperti Nagita Slavina, Luna Maya, Paula Verhoeven atau selebgram-selebgram bertarif mahal.
“Katanya, kalau endorsenya pakai artis, sudah jaminan make upnya pasti bagus. Padahal dulu jatah make sebulan gak sampek Rp 500 ribu. Sekarang sudah wow, belasan juta sebulan,” curhat Donwori menirukan alasan istrinya pakai make up mahal.
Tentu saja sikap Karin itu bikin Donwori mumet. "Kalau ke pasar inginnya diantar pakai mobil. Masak ya terus-terusan. Manja ya manja, tapi enggak gitu juga kan," ucap Donwori kesal.
Baca juga:
Lama-lama Karin pun minta jatah. Apalagi kalau bukan rumah. Tak hanya itu, rekening Donwori pun juga disita. Katanya jaga-jaga kalau jatah bulanan sudah tak ada. "Padahal ya enggak pernah telat," bebernya.
Donwori yang kesal pun perlahan mulai tak perhatian. Katanya sengaja biar bikin Karin kesal lalu minta cerai.
"Dari pada harta terus-terusan hilang diplorotin, ya saya minta cerai saja, mumpung belum ada anak juga," katanya ditemui Radar Surabaya di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, sepekan lalu. (*/opi)
Editor : Jay Wijayanto