SURABAYA - Jelang Hari Raya Idul Adha 144 Hijriah, harga bahan pokok (bapok) cenderung meningkat. Pemkot Surabaya langsung bergerak mengantisipasi lonjakan harga dengan menggelar gerakan pangan murah nasional di Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS), Senin (26/6) pagi.
Dalam waktu kurang dua jam bahan kebutuhan pokok diserbu masyarakat dan ludes. Bapok yang dijual antara lain beras medium, beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng. Ada juga daging ayam, daging sapi, cabai merah besar, cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta buah-buahan.
"Tujuan acara ini memang untuk menekan inflasi dan menstabilkan harga menjelang Hari Raya Idul Adha. Barang-barang yang kita jual ini pasti lebih murah dibandingkan harga di pasaran karena kita langsung ambil dari petani dan distributor pertamanya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Antiek Sugiharti.
Antiek juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi dan menjaga kestabilan harga menjelang Idul Adha. Salah satunya dengan memastikan stok barang tersedia di pasar. Apabila terjadi kelangkaan barang, pemkot berkomunikasi dengan distributor hingga daerah produksi. Pemkot juga menyiapkan pola subsidi ongkos angkut.
Masyarakat berharap pasar murah ini tidak hanya sehari, tapi diadakan secara rutin. "Kalau sehari saja ya kurang. Harusnya diperpanjang atau digelar di kawasan lain," ujar Hariyati, warga Sidotopo.
Hariyati terlihat membeli bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan cabai kecil dengan harga murah. Dia juga membeli beras dan minyak goreng bersama para tetangganya. “Senang sekali bisa mendapatkan sembako murah. Cabai juga sangat murah. Alhamdulillah, cukup untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Dirut PT Paskomnas Indonesia Hartono Wignyo mengaku bangga Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS) menjadi tempat Gerakan Pangan Murah Nasional, khususnya di Kota Surabaya. “Sebagai pasar induk, kita berkewajiban menyediakan kebutuhan masyarakat dengan mudah, terjangkau, dan berkesinambungan,” pungkasnya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto