Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati mengatakan, pendampingan tersebut sebagai tindak lanjut program Kementerian Sosial terkait dengan pengadaan kapal untuk Papua.
"Benar-benar terharu dan bangga melihat 27 kapal berlayar di perairan Agats. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan oleh saudara-saudara kita di sana bahwa mereka akan mampu memproduksi sendiri kapal-kapal tersebut," katanya kemarin.
Ia menjelaskan, pembuatan Kapal Bangkits Cendrawasih inisiasi Mensos Risma untuk memudahkan mobilitas warga, memberdayakan masyarakat, mendidik masyarakat lokal. Hal tersebut disambut ITS dengan baik.
"Saya berterima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam kerja sama ITS dan Kemensos ini. Luar biasa. Terima kasih juga kepada Pak Rektor dan jajaran atas dukungan dan doanya sehingga ITS dapat memberi kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya di bumi Papua," ujarnya.
Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS Wasis Dwi Aryawan menjelaskan, ada 27 kapal fiber yang berhasil dibuat pemuda Asmat dengan pendampingan dari ITS selama sembilan bulan.
Kapal Bangkits Cendrawasih didesain dengan penggerak mesin tempel yang memiliki kapasitas engine power 1x40 HP dengan pengoperasian manual. (rmt/rek) Editor : Administrator