GRESIK–Kelakuan Sugianto, 50, warga Benjeng memang tidak patut ditiru. Bagaimana tidak, ia tega mencabuli keponakannya sendiri MD, 16, hingga hamil. Tak tanggung-tanggung, pelaku mencabuli keponakannya tersebut hingga enam kali.
Saat ditemui dikediamannya, korban MD hanya bisa terdiam di samping ibunya I, 49. Korban mengaku mau menuruti keinginan pelaku lantaran selalu diancam. "Selalu mengancam ibu saya akan dibunuh kalau menolak ajakan pelaku," ujarnya.
Sementara itu, ibu korban menceritakan kejadian tersebut bermula saat dia sedang membantu membuat kue bersama dengan istri pelaku disalah satu rumah saudara. Korban kemudian disuruh untuk mengantarkan kue ke rumah Sugianto. Disanalah, Sugianto melancarkan aksi bejatnya.
Berselang satu pekan, Sugianto kembali melampiaskan nafsunya dengan memberikan uang sebesar Rp 100 ribu sebagai uang tutup mulut. Kemudian ancaman agar tidak ketahuan hingga memberi pil yang disebut-sebut obat anti hamil.
"Pernah satu kali di kandang ayam, anak saya diancam. Padahal Sugianto itu masih saudara saya," katanya dengan nada jengkel, Jumat (1/5).
Ia baru mengetahui bahwa anaknya hamil pada Rabu (22/4). Saat itu, dia melihat perilaku anaknya yang mulai mengenakan pakaian yang ukurannya agak besar. Bahkan menutupi perutnya menggunakan sarung saat tidur.
"Akhirnya anak saya ngaku telah dihamili oleh Sugianto. Hati saya terpukul, itu saudara sendiri kenapa tega melakukan itu ke anak saya yang masih kecil," pungkasnya.
Dengan nada kesal, dia telah melaporkan kejadian ini ke Polres Gresik. Dirinya berharap agar hukum benar-benar ditegakkan. Dia bersama keluarganya sudah kehabisan kesabaran, permintaan maaf Sugianto tidak mengurangi sedikitpun niatnya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya segera sesuai hukum yang berlaku," tuturnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik Akp Panji P. melalui Kanit PPA Polres Gresik, Aiptu Selamet Mujiono membenarkan sudah menerima laporan pencabulan anak di bawah umur itu.
"Laporan sudah kami terima, selanjutnya kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban untuk pemenuhan alat bukti," katanya. (yud/rof)
Editor : Administrator