SIDOARJO - Jalan Raya KH Ali Mas’ud menjadi jalur rawan kriminalitas. Belum genap sepekan, dua kasus kriminalitas terjadi di wilayah tersebut. Arif Fauzan, 19, pemuda Desa Sidokerto, RT 03/RW 05, Kecamatan Buduran, Sidoarjo bersama Candra Pratama menjadi korban begal. Keduanya dikeroyok dan sepeda motornya dirampas pada Rabu (15/4) dini hari.
Sebelumnya, kasus penjambretan uang tunai senilai Rp 20 juta juga terjadi di tempat yang sama. Kejadian yang dialami Afrilia Sholika tersebut terjadi, pada Senin (13/4) lalu. Aksi tersebut terbilang nekat. Pasalnya para bandit melancarkan aksinya di siang hari.
Korban dijambret saat hendak menuju sebuah bank. Tepat di TKP, korban dipepet kemudian ditendang. Afrilia dan temannya jatuh tersungkur. Pelaku berhasil lolos dengan membawa tas milik korban.
Sedangkan, Arif dan Candra diikuti oleh empat sepeda motor. Pelaku lalu menghentikan kendaraan korban. Pelaku kemudian memukul korban. Keduanya mengalami luka di bagian kepala.
Saat kondisi keduanya tidak berdaya, pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernopol W 4868 VZ
Kapolsek Buduran Kompol Sujud membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya akan berkordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk mengungkap kasus tersebut.
Sebab, dua kejadian itu dinilai meresahkan warga Sidoarjo. “Akan kami kerahkan anggota reskrim untuk mempercepat penangkapan pelaku,” ujarnya, kemarin.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan dua kasus tersebut. Pria asal Nganjuk itu mengaku telah mengerahkan anggota Unit Reskrim Polresta Sidoarjo untuk menangkap para pelaku. “Sudah saya arahkan untuk bertindak tegas pada pelaku kriminalitas. Termasuk tembak di tempat,” katanya. (hil/vga)
Editor : Administrator