SURABAYA - Setiap bulan, para tersangka pembuat ganja sintetis di apartemen High Point di kawasan Siwalankerto mampu memproduksi 50 kg ganja sintetis. Namun kadang juga tergantung pesanan dan kiriman bahan baku dari bosnya. Untuk setiap 100 gram ganja sintetis dijual dengan harga Rp 2 juta.
Menariknya, tersangka mengemas ganja sintetis tersebut mirip kemasan kopi bubuk dalam wadah pouch warna coklat. Tersangka mengemasnya dalam berbagai ukuran berat menyesuaikan pesanan.
“Apabila dikemas kecil 25 gram dijual Rp 600 ribu, dan paling kecil lagi Rp 400 ribu,” bebernya.
Untuk peredaran, tersangka menggunakan sistem penjualan online melalui media sosial. Kemudian dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Untuk mengelabuhi jasa ekspedisi, tersangka kerap memanfaatkan dan memanipulasi paket pengiriman menggunakan modus pengiriman pakan ternak. Seperti makanan burung dan makanan ikan.
“Setiap mengirim, pelaku mencampur dengan bahan lainnya supaya paket berat dan tidak dicurigai,” ulas Nasriadi sambil menunjukkan barang bukti makanan ikan dalam kemasan yang diamankan.
“Saya dapat per packing Rp 100 ribu. Tembakau Gayo dari Cianjur dan bahan kimia itu (kiriman) dari bos,” lanjutnya. Untuk pemasaran, lanjut Aisul, sasarannya adalah kalangan menengah ke atas lewat online.
Dari penggerebekan ini, polisi mengamankan ganja sintetis 5 kilogram, 1 buah timbangan besar elektrik, bahan kimia, gelas ukur, 2 semprotan, 1 kompor elektrik, 1 jirigen alkohol, beberapa botol essence, 5 buah alat isap sabu, 2 buah terpal untuk pengeringan dan 5 buah handphone. (rus/jay)
Editor : Administrator