Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perusahaan Gula Gabungan PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru

Administrator • Minggu, 28 Oktober 2018 | 23:17 WIB
Perusahaan Gula Gabungan PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru
Perusahaan Gula Gabungan PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru

Rajawali Nusantara Indonesia sebenarnya merupakan penggabungan antara Pabrik Gula (PG) Krebet Baru dan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru.


Herninda Cintia Kemala Sari/Radar Surabaya


Susilo Widodo, Kepala Bagian Umum & Aset PT Perusahaan Gula Rajawali 1 menyebut, Pabrik Gula (PG) Krebet Baru berlokasi di kabupaten Malang, didirikan pada tahun 1906 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang kemudian dibeli oleh Oie Tiong Ham Concern (OTHC). Sedangkan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru berlokasi di kabupaten Madiun dekat dengan pabrik kereta api Madiun.


"Usia PG Rejo Agung lebih tua dibandingkan dengan PG Krebet Baru. PG Rejo Agung Baru dibangun pada tahun 1894," ujarnya.


Nah, setelah melakukan nasionalisasi OTHC, pemerintah Indonesia mengelola seluruh aset perusahaan. Sebagian aset perusahaan dimasukkan sebagai penyertaan modal untuk mendirikan PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) yang kemudian berganti nama menjadi Rajawali Nusantara Indonesia pada 12 Oktober 1964.


"Inilah tanggal berdirinya RNI. Singkat cerita, oleh RNI kedua pabrik gula tadi dilimpahkan ke anak perusahaannya yaitu, PT Pabrik Gula Rajawali I yang berpusat di Surabaya," terangnya.


Selanjutnya, RNI pada tahun 1964-1985 berfokus pada rehabilitasi sik alat produksi untuk mendorong peningkatan produktivitas. Dan selama tahun 1986-1998, dilakukan penggabungan sejumlah unit usaha, perluasan wilayah usaha di luar Jawa, dan pengembangan unit usaha baru.


"Pada tahun 2001-2003 mulai mengokohkan diri menjadi perusahaan induk yang tidak melakukan operasi dan menjadi investment holding. Pada fase pengembangan selektif ini, fokus RNI adalah optimasi kinerja kelompok perusahaan," ujarnya.


Sementara, perusahaan mulai melakukan sejumlah diversikasi untuk memaksimalkan nilai tambah pada kurun 2004-2009. "Ini diraih dengan memanfaatkan produk samping (by product) maupun pengembangan usaha strategis perusahaan," lanjutnya. (bersambung/nug)

Editor : Administrator