SURABAYA - Partai Demokrat memastikan, spanduk ‘Khofifah Menang AHY Presiden’ bukanlah resmi dari partainya. Spanduk bergambar Khofifah dan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY) diduga kuat dipasang untuk tujuan dan kepentingan tertentu.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio memastikan munculnya spanduk itu tidak berkaitan dengan Partai Demokrat baik struktural maupun kader-kader di daerah. “Kami tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu, namun Kami juga tidak bisa menahan dukungan-dukungan yang muncul terhadap sosok Mas AHY,” ujar Renville, Rabu (21/3).
Sekretaris tim pemenangan Khofifah-Emil ini menjamin seluruh kader Partai Demokrat baik di tingkat provinsi (DPD), DPC hingga PAC (Kecamatan) paham terhadap cara kerja partai di pilkada ini. Tidak ada instruksi untuk mensosialisasikan AHY maju sebagai calon presiden (capres). Pasalnya, dalam Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu di Jakarta, sama sekali tidak membahas perihal pemilihan presiden 2019. “Rapimnas Demokrat diputuskan, tidak akan membahas Pilpres sampai dengan 171 pilkada serentak selesai,” jelasnya kepada wartawan.
Saat ini, dijelaskannya, posisi AHY adalah sebagai ketua komando Tugas Bersama (Kosgama), bukan capres. Tugasnya memenangkan calon-calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrat secara nasional. Sebab, dalam 171 pilkada serentak tahun 2018 ini, sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bisa menargetkan kemenangan yang cukup besar.
Perlu diketahui, Partai Demokrat mematok kemenangan 35 persen secara nasional pada Pilkada tahun ini. Dan di Jatim ditargetkan bisa meraup angka menang 75 persen dari 18 pilkada dan 1 pilgub. “Kerja kami sekarang ini fokus di pilkada, tidak ada yang lain, jadi kami tidak terpengaruh dengan spanduk-spanduk semacam itu,” tegasnya. (bae/nug)