RADAR SURABAYA - Tragedi industri terbesar dalam sejarah modern Washington terjadi di pabrik Nippon Dynawave Packaging Co., Longview, Washington, Amerika Serikat, pada Selasa (26/5) pagi.
Sebuah tangki berisi bahan kimia berbahaya meledak dan menyebabkan setidaknya dua orang tewas serta sembilan lainnya diduga tidak selamat.
Pemerintah negara bagian menyebut insiden ini sebagai kecelakaan industri paling mematikan yang pernah terjadi di Washington.
Baca Juga: Sapi Kurban Lepas di Kampung Arab Banjarmasin, Seruduk Warga hingga Meninggal
Kronologi Kejadian
Ledakan terjadi sekitar pukul 07.15 waktu setempat pada sebuah tangki berkapasitas 900 ribu galon berisi “white liquor,” campuran kimia beracun yang digunakan dalam proses pengolahan kertas.
Tangki tersebut dilaporkan berisi sekitar 60 persen dari kapasitas penuh saat meledak.
Kepala Pemadam Kebakaran Cowlitz County, Scott Goldstein, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan telah berubah menjadi pencarian jenazah.
Baca Juga: Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Kabut Berbau Menyengat Cemari Udara Bikin Warga Sesak Napas
“Kami telah menyatakan insiden ini beralih dari misi penyelamatan menjadi pemulihan sejak pagi ini,” ujarnya.
Gubernur Washington, Bob Ferguson, menyebut tragedi ini sebagai kecelakaan industri paling mematikan dalam sejarah modern negara bagian.
“Ketika tragedi sebesar ini terjadi, dampaknya terhadap individu, keluarga, dan komunitas sangat mendalam,” kata Ferguson.
Baca Juga: F4 Comeback di Jakarta Malam Ini, Lagu-Lagu “Meteor Garden” Bikin Nostalgia Pecah
Selain dua korban yang sudah terkonfirmasi meninggal, sembilan orang lainnya masih hilang dan diduga tewas.
Tujuh pekerja dilaporkan dirawat di rumah sakit akibat luka-luka, sementara seorang petugas pemadam kebakaran yang terluka telah mendapat perawatan dan dipulangkan.
Salah satu korban adalah Gilbert Bernal, 52, pekerja pabrik yang sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
Putrinya, Geovana Bernal-Ferguson, mengatakan keluarga tidak pernah menyangka kecelakaan ini terjadi.
Baca Juga: Intelijen Iran Bongkar Dugaan Agenda Tersembunyi AS dan Israel terhadap Teheran
“Ini seharusnya hari biasa. Ayah kami dikenal tenang, bahkan di saat terakhirnya,” ujarnya.
Foto-foto dari lokasi menunjukkan tangki berbentuk bulat itu sebagian runtuh dengan sisi yang robek besar.
Ledakan juga mengakibatkan kontaminasi di Sungai Columbia, meski pasokan air Kota Longview dipastikan aman. Belasan ikan ditemukan mati di sekitar tanggul sungai.
Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Armuzna Lancar dan Terkendali
Matt Amos, Kepala Batalion Pemadam Kebakaran Longview, menegaskan bahwa operasi pemulihan dilakukan secara hati-hati dan metodis karena tangki masih menyimpan bahan kimia kaustik.
Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Sebanyak 46 anggota Washington National Guard dikerahkan untuk membantu pencarian dan pemantauan udara. Departemen Ekologi negara bagian memastikan belum ada bukti kontaminasi udara.
Direktur Departemen Tenaga Kerja Washington, Joel Sacks, menyebut sejumlah inspeksi terhadap pabrik Nippon Dynawave masih terbuka.
Baca Juga: Pejalan Kaki Tewas usai Tertabrak KA di Jalan Ahmad Yani Surabaya
Badan Investigasi Keselamatan Kimia Amerika Serikat juga telah membuka penyelidikan untuk mencari penyebab ledakan.
Nippon Dynawave diketahui mempekerjakan sekitar 550 orang, dengan 450 di antaranya bekerja di fasilitas pengemasan cairan. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Nippon Paper Industries yang berbasis di Jepang. (nbc/nur)
Editor : Nurista Purnamasari