RADAR SURABAYA - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 3 Juli 2026 menjadi sorotan dunia.
Namun, di balik euforia sepak bola, Meksiko mengambil langkah serius dalam bidang kesehatan.
Pemerintah setempat memperketat pengendalian epidemiologi sebagai respons atas wabah Ebola di Afrika yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan internasional.
Baca Juga: Bantu Bersihkan Jeroan Kurban di Sungai Comal, 2 Bocah di Pemalang Tewas Tenggelam
Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenobich, menegaskan bahwa protokol pengawasan epidemiologi kini diterapkan lebih ketat.
“Kami menerapkan protokol pengawasan epidemiologi dalam koordinasi dengan Amerika Serikat dan Kanada, terutama dalam konteks Piala Dunia,” ujarnya, dikutip Rabu (27/5).
Meski hingga kini belum ada kasus Ebola di Meksiko, otoritas kesehatan menyiapkan langkah isolasi darurat jika ditemukan infeksi.
Baca Juga: 88 Orang Tewas Akibat Wabah Ebola di Kongo, WHO Tetapkan Darurat Global
Protokol keselamatan khusus juga dikembangkan untuk melindungi masyarakat dan pengunjung internasional.
Penumpang pesawat yang baru saja mengunjungi Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir disarankan menunda perjalanan ke Meksiko hingga situasi darurat berakhir.
Selain itu, pemerintah akan memperketat pemeriksaan di bandara dengan pos pemeriksaan sanitasi, verifikasi dokumen perjalanan, dan pemeriksaan rute penumpang termasuk transit melalui Eropa dan wilayah lain.
Maskapai penerbangan juga diminta meningkatkan pemeriksaan faktor risiko sebelum penumpang naik pesawat.
WHO pada 17 Mei 2026 menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Ebola dikenal sebagai penyakit dengan tingkat kematian tinggi, sehingga pengawasan lintas negara menjadi krusial.
Meski risiko Ebola di Meksiko dinilai rendah, langkah antisipasi seperti pemeriksaan bandara, isolasi darurat, dan koordinasi internasional menunjukkan keseriusan pemerintah menghadapi ancaman global. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari