Penembakan Massal di Islamic Center San Diego: 3 Tewas, Aksi Heroik Selamatkan Ratusan Nyawa
Nurista Purnamasari• Rabu, 20 Mei 2026 | 12:51 WIB
Kompleks Islamic Center of San Diego yang menjadi lokasi penembakan massal oleh 2 remaja. (ISTIMEWA)RADAR SURABAYA - Tragedi berdarah mengguncang komunitas Muslim di California. Tiga orang tewas setelah dua tersangka melepaskan tembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin (18/5) pagi waktu setempat. Aksi penembakan massal ini memicu gelombang kecaman dan duka mendalam dari berbagai pihak.Aparat kepolisian langsung mengepung area pusat kegiatan Islam tersebut setelah menerima laporan mengenai adanya penembak aktif (active shooter).
Tempat kejadian perkara (TKP) dilaporkan meluas hingga beberapa blok di sekitar lokasi kejadian.Menurut keterangan kepolisian, petugas tiba di lokasi dalam waktu empat menit setelah laporan pertama diterima sekitar pukul 11.45 siang. Pihak berwenang mengidentifikasi dua pelaku sebagai remaja laki-laki berusia 17 dan 19 tahun.
Kronologi Penembakan di Masjid San Diego
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menyatakan bahwa petugas menemukan tiga orang dewasa dalam kondisi meninggal dunia di depan gedung Islamic Center. Salah satu korban tewas adalah petugas keamanan pusat tersebut.Baca Juga: Tragedi Penembakan Massal Louisiana Amerika Serikat: 8 Anak Tewas, Polisi Sebut Kasus KDRT"Aksi heroik dari petugas keamanan tersebut berhasil menyelamatkan banyak nyawa," ujar Wahl dalam konferensi pers.Saat polisi melakukan penyisiran dari pintu ke pintu di dalam gedung untuk memburu pelaku, panggilan darurat kembali masuk melaporkan adanya tembakan susulan beberapa blok dari lokasi pertama.Sekitar setengah mil di sebelah selatan Islamic Center, seorang pekerja lanskap melaporkan bahwa dirinya ditembaki, namun beruntung tidak terkena peluru. Baca Juga: Di Tengah Tekanan Global, Pemerintah Pasang Target Optimistis untuk Ekonomi 2027Tidak lama kemudian, polisi menemukan kedua tersangka telah tewas di jalan lain. Wahl menyebutkan kedua pelaku diduga kuat tewas akibat bunuh diri dengan menembakkan diri mereka sendiri.
Ditemukan Catatan Kebencian Anti-Islam
Saat ini, kepolisian tengah mendalami motif di balik serangan mematikan ini. Kasus ini resmi diselidiki sebagai dugaan kejahatan kebencian (hate crime).Seorang sumber dari penegak hukum yang enggan identitasnya dipublikasikan mengungkapkan bahwa penyidik menemukan tulisan-tulisan anti-Islam di dalam mobil yang digunakan pelaku. Di dalam kendaraan yang sama, polisi juga menemukan jenazah kedua pelaku beserta sebuah surat wasiat.Baca Juga: Pasutri Sering Selisih Paham, Tidak Jujur, Terpaksa Gugat Cerai di PA Surabaya "Penyidik menemukan surat wasiat yang terkait dengan salah satu tersangka. Isinya merujuk pada kebanggaan rasial (racial pride) serta ujaran kebencian," tutur sumber tersebut. Salah satu senjata yang digunakan diduga milik orang tua pelaku.Penembakan ini terjadi saat kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang terintegrasi dengan masjid sedang berlangsung. Islamic Center of San Diego mengelola satu-satunya sekolah Islam terakreditasi di kota tersebut, dengan kelas dasar berada di lokasi yang sama, sementara kelas 4 hingga 12 berada di kampus terpisah.Baca Juga: Southampton Terancam Digugat Pemain Sendiri Usai Dicoret dari Final Playoff ChampionshipKetua Islamic Center of San Diego, Ahmed Shabaik, mengonfirmasi bahwa tidak ada anak-anak yang terluka dalam insiden ini.Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) San Diego, Tazheen Nizam, menambahkan bahwa polisi langsung mengevakuasi para siswa dan guru ke sebuah gereja terdekat demi keamanan mereka.
Kenangan untuk Amin, Sang Penjaga Masjid
Suasana haru dan cemas menyelimuti sudut jalan Hathaway dan Petit pada Senin sore. Para orang tua tampak memeluk erat anak-anak mereka yang baru saja dilepaskan dari sekolah.
Tamer Bar, 39, salah satu jemaah yang datang untuk menjemput keponakannya yang berusia 7 tahun, merasa sangat bersyukur penembakan tidak terjadi satu jam kemudian."Jika terjadi sejam kemudian, masjid akan dipenuhi sekitar 300 orang yang hendak menunaikan salat Zuhur. Tempat ini adalah tempat yang damai. Sebagai Muslim, kami tidak membenci," kata Bar, yang mengungsi dari Gaza sejak 2006.Bar juga mengenang sosok petugas keamanan yang tewas bernama Amin. Amin telah bekerja di masjid tersebut selama puluhan tahun dan dikenal ramah. "Dia selalu menyapa semua orang dengan ucapan As-salamu alaykum," kenangnya.Baca Juga: Ramalan 12 Zodiak Hari Ini, Rabu 20 Mei 2026: Karir, Keuangan, dan Asmara
Antisipasi Keamanan Masjid di California
Agen Khusus yang memimpin kantor FBI di San Diego, Mark Remily, menyatakan bahwa pihaknya turut mengawal dan membantu penuh proses penyelidikan ini.Sementara itu, Hussam Ayloush, pimpinan CAIR cabang California, mengimbau seluruh komunitas Muslim untuk tetap tenang sembari menunggu hasil investigasi resmi mengenai motif pelaku."Saat ini segalanya masih belum pasti. Begitu motifnya diketahui, kita bisa menentukan langkah selanjutnya, apakah ini murni karena kelalaian keamanan atau murni kejahatan bermotif kebencian," kata Ayloush.Baca Juga: Jangan Asal FOMO! Ini 8 Makanan dan Minuman Viral yang Ternyata Berbahaya bagi KesehatanSebagai langkah antisipasi, CAIR kini tengah berkoordinasi dengan masjid-masjid di seluruh penjuru California untuk memastikan protokol keamanan diperketat."Kami ingin berkomunikasi tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Bagaimanapun, kita harus tetap menjalani hidup, beribadah di masjid dengan bebas, dan mengantarkan anak-anak kita ke sekolah dengan aman," tutupnya. (fox/nur) Editor : Nurista Purnamasari