Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Pakistan Tewaskan 12 Orang, Militan Gunakan Drone dalam Serangan

Nurista Purnamasari • Senin, 11 Mei 2026 | 05:50 WIB
Serangan bom mobil bunuh diri di pos pemeriksaan polisi di Bannu, Pakistan, menewaskan 12 orang. (Xinhua)
Serangan bom mobil bunuh diri di pos pemeriksaan polisi di Bannu, Pakistan, menewaskan 12 orang. (Xinhua)
RADAR SURABAYA - Serangan bom mobil bunuh diri mengguncang pos pemeriksaan polisi di daerah Fateh Khel, Bannu, Pakistan barat laut, Sabtu (9/5) malam. 
Ledakan diikuti serangan bersenjata oleh kelompok militan, menewaskan sedikitnya 12 petugas polisi dan melukai lima lainnya. 
Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di provinsi perbatasan Khyber Pakhtunkhwa yang belakangan dilanda gelombang pemberontakan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Senin 11 Mei 2026, Potensi Hujan Ringan, Siang Panas Terasa 41 Derajat Celcius
Pejabat kepolisian Bannu, Muhammad Sajjad Khan, menyebut seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke pos pemeriksaan polisi. 
Setelah ledakan, sejumlah militan memasuki pos dan melepaskan tembakan ke arah aparat. 
“Sebanyak 12 petugas dipastikan tewas dan satu lainnya hilang,” ujarnya kepada AFP, Minggu (10/5).
Baca Juga: Garis Durand, Perbatasan Kontroversial Afghanistan-Pakistan yang Sering Memicu Ketegangan
Serangan ini tidak hanya menggunakan senjata api, tetapi juga teknologi drone. Pejabat administrasi senior di Bannu mengungkapkan bahwa militan memanfaatkan quadcopter untuk mendukung penyerangan. 
“Selama penyerangan, para militan menggunakan quadcopter bersama dengan persenjataan berat,” katanya. 
Saat mundur, para penyerang bahkan membawa serta personel polisi dan senjata dari kantor polisi.
Baca Juga: Jorge Martin Juara GP Prancis 2026, Aprilia Dominasi di Le Mans
Wilayah Bannu memang kerap menjadi target serangan militan dalam beberapa tahun terakhir. 
Aktivitas kelompok bersenjata terus berkembang di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan. 
Pemerintah Pakistan menuding wilayah Afghanistan menjadi tempat perlindungan aman bagi militan, namun tuduhan ini dibantah oleh pemerintah Taliban di Kabul.
Baca Juga: Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk West Ham 1-0
Hubungan dingin antara Islamabad dan Kabul semakin memburuk, bahkan memicu konflik bersenjata. 
Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan melancarkan serangan udara ke
sejumlah kota di Afghanistan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas militan lintas perbatasan. 
Serangan bom bunuh diri di Bannu ini dipandang sebagai eskalasi terbaru yang memperburuk ketegangan kedua negara. (cnn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#militan #afghanistan #Bom Bunuh diri #pakistan #pos polisi