RADAR SURABAYA – Iran menegaskan komitmennya untuk tetap berpegang pada hukum internasional dalam setiap proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, di tengah dinamika hubungan kedua negara.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Senin (20/4), Khatibzadeh menekankan bahwa Teheran tidak akan menerima persyaratan apa pun di luar kerangka hukum internasional.
“Iran tidak seharusnya tertekan oleh tenggat waktu,” ujar Khatibzadeh dikutip dari Anadolu.
Baca Juga: Aksi Tentara Israel Rusak Patung Yesus di Lebanon Jadi Sorotan Internasional
Iran Tolak Tekanan Tenggat Waktu
Khatibzadeh menilai tekanan waktu dalam negosiasi justru dapat merusak proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan bahwa pendekatan Iran tetap konsisten, yakni mengedepankan prinsip hukum internasional dan kepentingan nasional.
Menurutnya, sejumlah pejabat tinggi Iran telah menyampaikan proposal yang dinilai adil dan realistis dalam perundingan dengan AS.
Tokoh yang terlibat dalam penyusunan proposal tersebut antara lain Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Kritik terhadap Pernyataan Pejabat AS
Lebih lanjut, Khatibzadeh menyoroti pernyataan sejumlah pejabat Washington yang dinilai lebih berorientasi pada kepentingan domestik.
Ia menyebut bahwa pernyataan tersebut kerap ditujukan untuk memengaruhi opini publik dalam negeri AS maupun pasar, bukan mencerminkan kebijakan luar negeri yang konsisten.
“Iran tidak membentuk strateginya berdasarkan retorika AS, baik yang positif maupun negatif,” tegasnya.
Baca Juga: Rusia Siap Bantu Uranium Iran, Tapi Nasibnya Ditentukan Negosiasi dengan AS
Diplomasi Jadi Satu-satunya Jalan
Dalam kesempatan itu, Khatibzadeh kembali menegaskan bahwa diplomasi merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan ketegangan antara Iran dan AS.
Ia juga menyerukan kepada pemerintah AS agar meninggalkan pendekatan maksimalis dan mulai membangun dialog yang didasarkan pada prinsip saling menghormati.
Komitmen Iran pada Hukum Internasional
Penegasan ini menunjukkan bahwa Iran tetap konsisten menjadikan hukum internasional sebagai landasan utama dalam hubungan luar negerinya.
Dengan sikap tersebut, Teheran berharap proses negosiasi dapat berjalan lebih konstruktif dan menghasilkan kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan