Tragedi Penembakan Massal Louisiana Amerika Serikat: 8 Anak Tewas, Polisi Sebut Kasus KDRT
Nurista Purnamasari• Senin, 20 April 2026 | 13:23 WIB
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi penembakan massal di Shreveport, Louisiana, yang menewaskan delapan anak. (PBS News)RADAR SURABAYA - Amerika Serikat kembali diguncang tragedi penembakan massal. Sedikitnya delapan anak tewas dalam insiden kekerasan rumah tangga di Shreveport, Louisiana, Minggu (19/4) waktu setempat. Kepolisian menyebut kasus ini sebagai salah satu peristiwa paling memilukan yang menyoroti rentannya anak-anak terhadap kekerasan domestik.Pelaku penembakan, diidentifikasi sebagai Shamar Elkins, ditembak mati oleh polisi setelah melarikan diri dengan kendaraan hasil perampasan. Kronologi KejadianBaca Juga: Jaminan Keamanan Pangan Jemaah, Seluruh Penjamah Makanan di Asrama Haji Surabaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan MenyeluruhKepolisian Shreveport menjelaskan insiden terjadi di dua rumah, dengan satu rumah lain masih dalam penyelidikan.“Ini merupakan TKP yang cukup luas yang membentang di antara dua rumah,” terang Kopral Polisi Christopher Bordelon.Korban tewas adalah tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan berusia 3 hingga 11 tahun. Baca Juga: Tragedi Penembakan Massal Sekolah di Turki: Remaja 14 Tahun Bawa 5 Senpi, 9 Meninggal, 13 Terluka “Tujuh dari delapan anak yang tewas adalah anak kandung pelaku, sementara satu lainnya adalah sepupu,” terang Bordelon.Selain korban jiwa, dua perempuan dilaporkan terluka parah, yakni istri Elkins dan seorang perempuan yang diyakini sebagai kekasihnya. Seorang remaja juga mengalami luka ringan akibat jatuh dari atap saat berusaha menyelamatkan diri.Baca Juga: Viral! Spanduk Antituyul di Tasikmalaya, Gara-Gara Warga Sering Kehilangan Uang Secara Misterius
Identitas Korban
Kantor Koroner Caddo Parish merilis identitas anak-anak korban penembakan: Jayla Elkins, 3, Shayla Elkins, 5, Kayla Pugh, 6, Layla Pugh, 7, Markaydon Pugh, 10, Sariahh Snow, 11, Khedarrion Snow, 6, dan Braylon Snow, 5.Kepala Polisi Shreveport Wayne Smith mengaku terpukul atas peristiwa tersebut. “Saya tidak tahu harus berkata apa. Hati saya benar-benar hancur. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana peristiwa seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.
Kekerasan Domestik dan Senjata Api
Polisi meyakini pelaku bertindak seorang diri. “Kami tahu ini bermotif domestik. Istrinya terlibat, dan dia adalah ibu dari tujuh anak yang tewas, sementara satu korban lainnya adalah kerabat keluarga,” kata Bordelon.Elkins menggunakan pistol kaliber kecil dan senjata bergaya rifle saat berhadapan dengan polisi. Bordelon menyebut banyak anak ditembak saat tidur, sebagian besar di bagian kepala. “Ini adalah pemandangan yang menjijikkan dan kejam,” tegasnya.Baca Juga: Santri Sehat LKNU Surabaya Sasar Semampir, Warga Antusias Serbu Layanan Kesehatan GratisWali Kota Shreveport Tom Arceneaux menyebut peristiwa ini sebagai tragedi terburuk yang pernah dialami kota tersebut. “Ini situasi tragis, mungkin yang paling buruk yang pernah kami alami,” katanya.Gubernur Louisiana Jeff Landry menyatakan patah hati atas insiden ini dan berterima kasih kepada aparat kepolisian serta tim penyelamat. Sementara itu, Ketua DPR AS Mike Johnson, yang mewakili Shreveport di Kongres, menyebut insiden ini sebagai tragedi memilukan dan memastikan timnya berkoordinasi dengan kepolisian setempat.Baca Juga: Kebakaran Besar Landa Rumah Terapung Kampung Bahagia Malaysia, 1.000 Rumah Warga HangusAnggota Dewan Kota Shreveport berkumpul di lokasi untuk berdoa bersama keluarga korban. Ketua Dewan Tabatha Taylor menitikkan air mata saat menyebut, “Anak-anak ini seharusnya masih memiliki masa depan panjang. Ini akibat ketika seseorang kehilangan kendali,” jelasnya.Kasus ini kembali memunculkan perdebatan tentang regulasi senjata api dan perlindungan anak di Amerika Serikat, yang hingga kini masih menjadi isu krusial bagi keamanan masyarakat. (nbc/nur) Editor : Nurista Purnamasari